Selasa, 04 Oktober 2016

Makalah Psikologi Manajemen


PSIKOLOGI MANAJEMEN

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas kelompok pada mata kuliah


Disusun oleh :
Ilham Pratama Krishnaaji (15514184)
Mutiara Nugraheni Adi (17514687)
Nurmalinda Rusanti (18514235)
Reza Aulia (1C514840)
Sandi Pramuditha Siregar (19514980)



UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS PSIKOLOGI
2016


PENDAHULUAN

Pengertian Managemen merupakan perpaduan ilmu dan seni. Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian kegiatan anggota organisasi dan proses penggunaan sumber daya organisasi lainnya untuk mencapai tujuan organisasi yang telah di tetapkan.
Pengertian singkat tentang psikologi ditinjau dari segi bahasa, kata psikologi berasal dari kata psyche dan logos yang artinya ilmu pengetahuan jiwa.  Psikologi adalah ilmu pengetahuan tentang jiwa atau ilmu jiwa. Menurut Wundt (dalam Heru, 2008) Psikologi itu merupakan ilmu tentang kesadaran manusia, dimana keadaan jiwa direfleksikan dalam kesadaran manusia.
Jadi, psikologi manajemen dapat diartikan sebagai suatu studi tentang tingkah laku manusia yang terlibat dalam proses manajemen dalam rangka melaksanakan fungsi-fungsi manajemen untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.




TEORI
1. Psikologi Manajemen

            Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Manajemen adalah orang yg mengatur pekerjaan atau kerja sama di antara berbagai kelompok atau sejumlah orang untuk mencapai sasaran atau orang yg berwenang dan bertanggung jawab membuat rencana, mengatur, memimpin, dan mengendalikan pelaksanaannya untuk mencapai sasaran tertentu.
            Psikologi manajemen adalah ilmu tentang bagaimana mengatur sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan. Kaitannya dengan psikologi yaitu dengan ditemukan dan dikembangkannya ilmu psikologi, diketahui bahwa unsur SDM ternyata merupakan yang terpenting dari ketiga modal kerja perusahaan manapun.
            Ilmu psikologi memang berpusat pada manusia, mampu mengintervensi berbagai faktor internal manusia seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dsb dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan. Dengan adanya psikologi manajemen, kinerja SDM akan terkontrol dengan baik dan tingkat produktivitas meningkat.



2. Organisasi

            Pengertian Organisasi menurut Stoner, organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
            Sedangkan menurut James D. Mooney, organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
            Lalu, menurut Chester I. Bernard, organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
             Jadi dapat disimpulkan bahwa Organisasi adalah penyusunan dan pengaturan bagian-bagian hingga menjadi suatu kesatuan; sususan dan aturan dari berbagai bagian sehingga merupakan kesatuan yang teratur; gabungan kerja sama (untuk mencapai tujuan tertentu).
            Tujuan Organisasi adalah tiap-tiap manusia mempunyai kebutuhan serta tujuan yang tidak sama, hal itu jadi sebab ada tujuan dalam organisasi, dengan menjadikan satu kebutuhan serta tujuan yang tidak sama untuk jadi kebutuhan serta tujuan yang sama. tujuan organisasi punya pengaruh dalam meningkatkan organisasi baik dalam perekrutan anggota, serta pencapaian apa yang menginginkan dikerjakan dalam berjalannya organisasi itu.

3. Definisi Komunikasi

            Komunikasi menurut Harold (1997) adalah saluran mereka untuk mempengaruhi serta mekanisme mereka untuk melakukan perubahan. 
            Rogers (dalam Cangara, 2005) mengatakan komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada satu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka. 
            Sedangkan menurut Stoner et. al. (dalam Bangun, 2012) komunikasi adalah proses yang dipergunakan oleh manusia untuk mencari kesamaan arti melalui transmisi simbolik.

4. Dimensi-Dimensi Komunikasi

            Berikut ini terdapat beberapa dimensi utama dari proses komunikasi menurut Harlod (1997) :
A. Isi
            Ketika dua orang berbicara, pastilah mereka berbicara tentang sesuatu. Dari proses tersebut mempunyai suatu isi. Mungkin pembicaraan dua orang itu tentang tayangan televisi atau tentang hobi mereka. Apabila kita terlibat dalam suatu percakapan, biasanya isinya mengenai diri kita sendiri. Kita juga dapat melihat pembagian golongan dalam hal isi, misalnya apakah hal itu merupakan fakta atau perasaan (emosi). 
B. Bising (noise)
            Percakapan ada yang terjadi dengan bising sedangkan yang lain terjadi tanpa bising. Bising berarti hal-hal yang mengganggu pengiriman informasi. Misalnya saat kita menelepon seseorang terjadi gangguan sinyal sehingga orang yang kita telepon tidak dapat dengan jelas mendengar informasi yang kita katakan.
C. Jaringan komunikasi
            Kita akan berfikir percakapan antara dua orang terjadi secara langsung. Tetapi banyak percakapan antara dua orang yang terjadi terutama di dalam organisasi, ditengahi oleh orang lain.
D. Arah Komunikasi
            Apapun yang mungkin dikatakan oleg seseorang dengan temannya, sejauh mana gangguan suara (bising) ikut terlibat, bagaimana pun jaringannya, ada perbedaan cara dalam penyampaiannya. Apakah orang ini menggunakan komunikasi satu arah yaitu satu orang berbicara dan lainnya hanya mendengarkan atau menggunakan komunikasi dua arah yaitu satu orang berbicara dan lainnya membalas berbicara kembali.


5. Definisi Pengaruh

            Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak kepercayaan dan perbuatan seseorang.
Pengaruh adalah suatu keadaan ada hubungan timbal balik, atau hubungan sebab akibat antara apa yang mempengaruhi dengan apa yang di pengaruhi. Di sisi lain pengaruh adalah berupa daya yang bisa memicu sesuatu, menjadikan sesuatu berubah. Maka jika salah satu yang disebut pengaruh tersebut berubah, maka akan ada akibat yang ditimbulkannya.

6. Kunci-Kunci Perubahan Perilaku

            Tim ahli WHO (1984), menganalisis bahwa yang menyebabkan seseorang itu berperilaku ada empat alasan pokok, yaitu :
a.                   Pemikiran dan perasaan Bentuk pemikiran dan perasaan ini adalah pengetahuan, kepercayaan, sikap dan lain-lain.
b.                  Orang penting sebagai referensi Apabila seseorang itu penting bagi kita, maka apapun yang ia katakan dan lakukan cendrung untuk kita contoh. Orang inilah yang dianggap kelompok referensi seperti : guru, kepala suku dan lain-lain.
c.                   Sumber-sumber daya Yang termasuk adalah fasilitas-fasilitas misalnya : waktu, uang, tenaga kerja, ketrampilan dan pelayanan. Pengaruh sumber daya terhadap perilaku dapat bersifat positif maupun negatif.
d.                  Kebudayaan Perilaku normal, kebiasaan, nilai-nilai dan pengadaan sumber daya di dalam suatu masyarakat akan menghasilkan suatu pola hidup yang disebut kebudayaan. Perilaku yang normal adalah salah satu aspek dari kebudayaan dan selanjutnya kebudayaan mempunyai pengaruh yang dalam terhadap perilaku.

7. Bagaimana Mempengaruhi Orang Lain

            Beberapa teori dan formulasi tentang taktik atau teknik memengaruhi telah bermunculan sejak 20 tahun yang lalu (Kipnis-1980;Schriesheim-1990;Yulk-1992, Ferris-1997). Dari persetuan pendapat yang ada, boleh dikatakan yang banyak diterapkan dan dimutasikan dalam penlitian lanjutan adalah metode Influence Behavior Questionanaire(IBQ).  Suatau metode yang dikembangakan oleh penelitiyang bernama Gry Yukl(1992), profesor di University at Albany, Amerika. Metode IBQ memformulasikan sembilan strategi dan teknik memengaruhi orang lain.
            Rational Persuasion adalah siasat meyakinkan orang lain dengan menggunakan argumen yang logis dan rasional. Seorang doker yang memberikan nasihat kepada pasien peroko berat , dengan menjelaskan efek buruk merokok bagi paru-paru dan hasil penelitian yang membuktikan bahwa para perokok lebih rentan menderita penyait kronis lain, adalah salah satu contoh rational persuasion ini.
            Inspiration Appeals Tactics adalah siasat dengan meminta ide atau proposal untuk membangkitkan rasa antusias dan semangat dari target person. Contohnya nyata penerapannya adalah seorang menteri yang membawakan departemen komunikasi dan informasi (kominfo), yang membuka kesempatan kepada seluruh komunitas IT untuk membuat proposal dan ide tentang penerapan e-goverment di suatu negeri.
            Consultation Tactics terjadi ketika kita meminta target person untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang kita agendakan. Misalnya adalah menteri kominfo tersebut yang kembali berkonsultasi kepada seluruh komunitas IT d suatu negeri dalam upaya mengajak partisipasi aktif dalam implementasi cetak biru ­e-goverment yang telah diproduksi oleh departemenya.
            Ingratiation Tactics adalah suatu siasat di mana ia berusaha membuat senang target person, sebelum mengajukan permintaan yang sebenarnya. Senda gurau seorang salesman terhadap bawahan sebelum memberikan tugas baru, atapun traktiran makan seorang patner bisnis adalah termasuk dalam ingratiation tactic ini.
            Personal Appeals Tactics terjadi ketika kita berusaha mempengaruhi target person denganlandasan hubungan persahabatan, pertemanan atau hal yang bersifat personal lainnya. Kita bisa mengimlemantasikannya dengan memulai pembicaraan, misalnya dengan , " saya sebenarnya nggak enak mau ngomong seperti ini, tapi karena kita sudah bersahabat cukup lama dan saya yakin kamu sudah paham mengenai diri saya ......"
            Exchange Tactics adalah mirip dengan personal appeal tactics, namun sifatnya adalah bukan karena adanya proses pertukaran pemahaman terhadap kesuksesan, kesenangan, hobi, dan sebagainya diantara kita dan target person.
            Coalition Tactics adalah suatu siasat di mana kita berkoalisi dan meminta bantuan pihak lain untuk mempengaruhi target person.  Startegi kemenangan karena jumlah pengikut dipakai dalam siasat ini.
            Pressure Tactics terjadi di mana kita memengaruhi target person dengan peringatan ataupun ancaman yang menekan. Seorang komandan pasukan yang memberikan ancaman penurunan pangkat bagi prajurit yang mengulangi kesalahan serupa merupakan contoh implemantasi pressure tactics ini.
            Legitimizing Tactics adalah satu siasat di mana kitamenggunaan otoritas dan kedudukan kita untuk memengaruhi target person. Presiden yang meminta seorang mentri untuk menyusun rancangan undang-undang, kepala sekolah yang meminta guru menyusun kurikulum pendidikan adalah beberapa  contoh  penerapan  legitimizing  tactics.

8. Wewenang

            Pengertian Wewenang adalah hak yang dimiliki seseorang atau badan hukum yang dimana dengan hak tersebut seseorang atau badan hukum dapat memerintah atau menyuruh untuk berbuat sesuatu.
           
            Wewenang merupakan kekuasaan yang sah. Max Weber yang dianggap sebagai bapak birokrasi mengungkapkan tiga macam tipe ideal wewenang, yaitu :
1. Wewenang tradisional
2. Wewenang karismatik
3. Wewenang legal-rasional

            Wewenang Tradisional adalah wewenang yang dapat dimiliki oleh manusia maupun kelompok manusia. Wewenang ini dimiliki oleh orang orang yang sudah lama sekali memiliki kekuasaan di dalam masyarakat. Wewenang ini dimiliki oleh seseorang atau kelompok orang bukan karena memiliki kemampuan khusus, namun wewenang ini dimiliki karena memiliki kekuasaan dan wewenang yang telah melembaga bahkan telah menjiwai masyarakat.

            Wewenang Karismatik adalah wewenang yang tidak diatur oleh kaidah atau aturan, baik yang tradisional maupun yang rasional. Sifat dari wewenang karismatik cenderung irasional atau tidak masuk akal. Terkadang karisma tersebut hilang karena masyarakat yang berubah dan memiliki paham yang berlainan. Namun perubahan inilah menjadi faktor yang tidak dapat diikuti oleh orang-orang yang memiliki wewenang karismatik, sehingga dia tertinggal oleh kemajuan dan perkembangan masyarakat.

            Wewenang Legal-Rasional adalah wewenang yang disandarkan pada sistem atau aturan hukum yang berlaku di dalam masyarakat. Wewenang inilah yang menjadi basis wewenang pemerintahan. Oleh karena itu, birokrasi didominasi oleh semangat formalistic-impersonality. Segala kewenangan yang dimiliki oleh seseorang didasarkan pada hukum yang berlaku, hal ini diatur juga agar pemilik kewenangan itu tidak berlaku semena-mena.


KESIMPULAN

            Ilmu Psikologi adalah ilmu tentang jiwa. Ilmu yang mempelajari bahwa psikologis itu sangat berhubungan dengan ilmu-ilmu lain seperti ilmu manajemen. Dengan ditemukan dan dikembangkannya ilmu psikologi, diketahui bahwa unsur SDM ternyata merupakan yang terpenting modal kerja perusahaan manapun.
            Pasalnya, ilmu psikologi yg memang berpusat pada manusia, mampu mengintervensi berbagai faktor internal manusia seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dan sebagainya. dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan.

Referensi:

Ali. (2011). Memahami Riset Perilaku dan Sosial. Bandung: CV. Pustaka Cendekia Utama.

Bangun, W. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta:  Erlangga

Basuki, Heru. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma.

Cangara, H. (2005). Pengantar ilmu komunikasi. Jakarta: Pt Raja Grafindo Persada

Depdikbud. (2012). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdikbud.

Hanafi, Mamduh M. (2011). Manajemen. Edisi Ketiga. Yogyakarta: UPP Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN.

Herujito, Yayat M. (2001). Dasar-Dasar Manajemen. Bogor: PT. Grasindo

Leavitt, Harold. (1997). Psikologi manajemen.  Jakarta: Erlangga
 
Manullang, M. (1983). Dasar-Dasar Manajemen. Cetakan Kesepuluh. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Taliziduhu, Ndraha. (2003). Kybernologi : Ilmu Pemerintahan Baru. Jakarta: Rineka Cipta


1 komentar:

  1. How to make a win at a casino in 2021? - JTM Hub
    Winning at a casino in 2021? 과천 출장샵 · Best casinos to win 부산광역 출장샵 · Best casinos to bet on · Best casino sites to gamble · 화성 출장샵 Best 순천 출장마사지 casinos to gamble 수원 출장샵 online · Best

    BalasHapus