Psikoterapi dalam Psikoanalisa Menganalisis Psikopatopogi Berdasarkan Perkembangan Psikoseksual
Menururt Warson dan Morse (dalam Gunarsa, 2001) psikoterapi adalah bentuk khusus dari interaksi antara dua orang pasien dan terapis pada mana memiliki dari interaksi. Karena mencari bantuan psikologis dan terapi menyusun interaksi dengan menggunakan dasar psikologis untuk membantu pasien meningkatkan kemampuan mengendalikan diri dalam kehidupanya dengan mengubah pikiran, perasaan, dan tindakanya.Salah satu teknik yang digunakan dalam Psikoterapi adalah psikoanalisis.
Tokoh besar psikoanalis adalah Sigmund Freud. Freud berpendapat bahwa kepribadian merupakan suatu sistem yang terdiri dari yang pertama adalah id. Id adalah aspek biologis kepribadian yang paling dasar fungsinya adalah mempertahankan konstansi, maksudnya membawa organisme dari keadaan tidak menyenangkan, karena munculnya kebutuhan-kebutuhan, ke keadaan seperti semula, yaitu menyengkan. Karena itu id bergerak di atas prinsip kesenangan (pleasure principle).
Kedua adalah ego. Ego merupakan aspek psikologis yang berhubungan dengan realitas melalui fungsi-fungsi perencanaan dan membuat keputusan dan bergerak di atas prinsip kenyataan (reality principle). Bagian ketiga dari kepribadian adalah superego yaitu aspek sosiologis dari kepribadian, yang isinya berupa nilai-nilai atau aturan-aturan yang sifatnya normative.
Pada dasarnya ego bersifat sadar (conscious), sekalipun ego juga memiliki aspek ketidaksadaran yang disebut mekanisme bertahan (defense mechanism) untuk melindungi diri dari kecemasan (anxiety). Mekanisme bertahan (defense mechanism) sebagai strategi yang sekalipun tak tersadari berguna untuk menjaga ego dari kecemasan. Freud menilai bahwa sebagian besar faktor yang penting dalam perilaku individu bersifat tidak tersadari (unconscious).
Freud memandang psikopatologi sebagai masalah dalam perkembangan yaitu terganggunya kepribadian individu pada saat melewati tahap-tahp psikoseksual. Bagi Freud, perkembangan kepribadian sebagai sesuatu yang kumulatif. Sehingga, gangguan pada masa awal perkembangan akan menjadi peristiwa traumatik yang berpengaruh sampai individu dewasa. (Alwisol, 2005)
Bedasarkan hal tersebut, membuat Freud beranggapan bahwa Psikopatologis dapat dianalisis berdasarkan perkembangan psikoseksual seseorang. Karena setiap manusia memiliki ketiga prinsip kepribadian yang saling berhubungan. Hanya saja tidak semua individu dapat melewati tahap perkembangan psikoseksual berdasarkan tiga prinsip tersebut dengan baik. Hal itu yang menyebabkan timbulnya psikopatologis pada diri seseorang.
Referensi:
Alwisol. (2004). Psikologi kepribadian. Malang: Universitas muhammadyah
Gunarsa, S. (2001). Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: PT. BPK GunungMulia
Tugas 2 softskill
Ilham Pratama Krishnaaji
15514184
3PA19