MANUSIA DAN PENDERITAAN
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya
sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam tak lupa
saya penulis panjatkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW beserta para
keluarga, sahabat dan para umatnya yang insyaallah setia sampai akhir jaman.
Makalah ini disusun guna melengkapi tugas Ilmu Budaya Dasar. Dalam penyusunan
makalah ini, dengan kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak, saya telah
berusaha untuk dapat memberikan serta mencapai hasil yang semaksimal mungkin
dan sesuai dengan harapan, walaupun di dalam pembuatannya saya menghadapi
berbagai kesulitan karena keterbatasan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang
saya miliki.
Oleh sebab itu pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya khususnya kepada Bapak Apipudin selaku dosen pembimbing Ilmu
Budaya Dasar. Saya menyadari bahwa dalam penulisan dan pembuatan penulisan
ilmiah ini, masih terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu saran dan kritik
yang membangun sangat saya butuhkan untuk dapat menyempurnakannya di masa yang
akan datang. Semoga apa yang disajikan dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi
saya dan teman-teman maupun pihak lain yang berkepentingan.
Penulis
PENDAHULAN
A.
Latar Belakang
Manusia didunia ini dihadapkan pada
dua cobaan yaitu cobaan yang mengembirakan dan cobaan yang menyusahkan. Cobaan
tersebut berupata tahapan dan rintangan yang menguji manusia dalam kehidupan
apabila mampumenyelesaikan dengan baik akan mewndapatkan pahala dan bila
mengingkarinya ketentuan yang ada akan tenggelam dalam penderitaan
di akhirat kelak.
Terkadang
manusia terbuai pada kegembiraan, padahal kegembiran juga cobaan. Manusia
seringkali tergelincir akibat keterlenaan dan berlebihan serta melampaui
batatas dan berujung pada penderitaan. Sementara ada pula yang
menghadapi cobaan yang menyusahkan namun tidak kuat menjalani cobaan. Orang
tersebut menjadi frustasi dan meluapkan emosi tanpa kontrol. Sikap seperti itu
malah semakin menambah penderitaan. Adapula ketika merasa kesabaran sudah
dibatas perjuangan berhenti melakukan perjuangan padahal keinginan yang
diharapkan selangkah lagi tercapai sehingga tetap pada pendedritaan
dan menyesal ketika harapan yang dicitakan berlalu begitusaja dihadapanya. Ada
pula yang menjalani hidup dengan sikap noverkonviden (bermain aman), tidak mau
menghadapi masalah atau lari ndari masah namun yang terjadi mendapati pada
suatu penderitaan. Ada pula yang mencoba berkelik dari masalah dan hanya
mengincar kebahagiaan dunia namun di akhirat berujung pada penderitan.
Manusia di dunia ini tidak akan pernah
lepas dari yang namanya masalah baik yang menyusahkan atau yang
menggembirakan. Masalah timbul karena adanya kesenjangan antara harapan dan
kenyataan. Proses dalam menghadapi kesenjangan seringkali dihadapkan pada
lika-liku kehidupan yang sering dianggap sebagai suatau penderitaan.
Susah
maupun senang merupakan dua agenda yang silih berganti tejadi dalam kehidupan
manusia. Habis susah ada senang dan habis senang ada susah. Manusia selalu
untuk berusaha menjadi lebih baik. Manusia perlu menjalani proses di dunia ini
untuk mencari bekal untuk akherat dengan menjalani suka duka yang ada di
dunia.
Manusia
juga dituntut untuk keimanan Terhadap Tuhannya baik duka maupun duka untuk
semakin mendekatkan diri. Manusia sepatutnya bukan mengeluh dan meratapi
penderitaan. Namun harus bangkit mengolah penderitaan menjadi sesuatu yang
bernilai lebih berharga. Dan terus belajar menelusuri kehidupan karena
ada hikmah dibalik penderitaan.
Penderitaan datang
tak terduga begitupula kebahagian datang dari celah tak terduga. Sehingga
manusia dituntut untuk siap siaga dalam menghadapi suka maupun duka di
kehidupan ini. Dan sepatutnya kita berani menghadapi dalam menyelesaikan
persoalan hidup ini, tidak pilih-pilih saat senang semangat sat susah loyo,
atau saat duka tabah saat senang tidak bersukur. Kita perlu belajar dari
pengalaman dan cepat bankit saat tergelincir.
Semangat
juga bukan semangat yang melampaui batas, dan berusaha menenenagkan hati,
sabar menghadapi penderitaan hati iklas lilahita ala mengharap ridho Allah.
Karena solusi-solusi saat menghadapi penderitaan akan mudah muncul saat hati
tenang dan berfikir jernih. Berbeda dengan tergesa-gesa menyebabkan solusi di
depan mata terlihat jauh. Dan terkadang hal penunjang terabaikan sehingga
menambah masalah baru. kita juga bukan hanya menunggu desakan solusi tapi perlu
menyambut solusi.
B. RUMUSAN
PEMBAHASAN
1.
Apakah pengertian dari Penderitaan
itu ?
2.
Apakah siksaan itu ? apa sebab-sebab
nya dan bagaimana cara mengatasinya.
3.
Bagaimana Gejala-gejala ,
tahapan-tahapan, serta sebab-sebab kekalutan mental itu terjadi.
4.
Apakah sebab-sebab timbulnya
penderitaan ?
5.
Bagaimanakah pengaruh penderitaan
terhadap manusia.
C. TUJUAN
PEMBAHASAN
Tujuan dari pembahasan materi ini
adalah untuk mengetahui lebih jelas tentang penderitaan manusia dan
bentuk-bentuk dari penderitaan manusia.
D. KONDISI
KEKINIAN
Banyak penderitaan yang terjadi
kepada manusia seperti perang yang terjadi di jalur Gaza pada 27 Desember 2008
antara pejuang Hamas
dan penjajah zionis Israel
yang mengakibatkan Palestina menderita lebih dari 1.350 warga terbunuh dan
10.249-an warga mengalami luka-luka. Sementara pihak Israel terjadi korban
sebanyak 80 orang yang diklaim oleh pejuang Hamas.
Perang tersebut memberikan
penderitaan yang sangat mendalam bagi warga palestina ribuan nyawa mengilang,
puluhan ribu orang mengalami luka-luka terutama anak-anak dan wanita. Banyak
orang kehilangan sanak saudaranya karena pristiwa ini.
Penderitaan yang disebabkan karna
manusia yang membawa bencana bagi manusia itu sendiri.
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
PENDERITAAN
Penderitaan berasal dari kata Derita
yang artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan.
Penderitaan termasuk realitas Dunia
dan Manusia. Penderitaan ada yang ringan dan ada yang berat. Suatu peristiwa yang
dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi
orang lain. Bisa juga penderitaan menjadi energi untuk bangkit dan menjadikan
seseorang jauh lebih baik dari sebelumnya.
Penderitaan juga merupakan teguran
Tuhan kepada Umat-Nya agar manusia sadar untuk tidak berpaling dari-Nya.
Sebelum penderitaan itu terjadi pada umumnya manusia telah diberikan tanda,
tanda itu dapat berupa mimpi dan lain sebagainya.
Tuhan telah menciptakan manusia
dengan segala kelebihannya dibandingkan dengan makhluk lainnya. Penderitaan itu
dapat berkurang tergantung bagaimana manusia menyikapi penderitaan itu. Bagi
manusia yang tebal imannya musibah yang sedang dialaminya akan segera
menyadarkan dirinya untuk bertaubat kepada Nya dan pasrah terhadap takdir yang
telah ditentukan Tuhan terhadap diri nya, dan yakin bahwa kekuasaan Tuhan jauh
lebih besar dari dirinya. Kepasrahan itu yang membuat manusia merasakan
kedamaian dalam hatinya dan lama kelamaan akan berkurang penderitaan yang
dialaminya. Sesungguhnya Tuhan tidak pernah memberikan cobaan diluar batas
kemampuan umatnya.
Di dalam Al-Qur’an maupun kitab suci
agama lainnya banyak surat dan ayat yang menjelaskan tentang penderitaan
manusia dan peringatan kepada manusia akan ada nya penderitaan, namun pada
umumnya manusia kurang memperhatikan peringatan tersebut.
Dalam surat Al-Insyiqoq ayat 6
dinyatakan bahwa Manusia ialah makhluk yang hidup nya penuh perjuangan. Ayat
tersebut dapat diartikan bahwa manusia harus bekerja keras untuk kelangsungan
hidup nya yaitu dengan cara menghadapi alam, menghadapi manusia disekelilingnya
dan tidak lupa untuk bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Apabila manusia
melalaikan salah satu nya akibatnya manusia akan menderita.
Penderitaan itu ada yang fisik dan
ada yang psikis. Penderitaan fisik dapat dihadapi dengan cara medis untuk
mengurangi atau menyembuhkannya. Sedangkan penderitaan psikis penyembuhannya
terletak pada kemampuan penderita menyelesaikan persoalan-persoalan psikis.
B. SIKSAAN
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan
badan atau jasamani dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani.
Siksaan yang sifatnya psikis
misalnya kebimbangan, kesepian dan ketakutan
1.
Kebimbangan
Kebimbangan adalah keadaan dimana
seseorang tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil, akibatnya
seseorang berada dalam keadaan yang tidak menentu. Bagi orang yang lemah
pikirannya masalah kebimbangan akan lama dialami, sehingga siksaan itu
berkepanjangan. Tetapi bagi yang kuat berpikirnya ia akan cepat mengambil
keputusan sehingga kebimbangan akan cepat diatasi.
2.
Kesepian
Kesepian adalah keadaan dimana
seseorang merasa sepi dalam dirinya atau jiwanya walawpun dia berada di tempat
keramaian.
Seperti halnya kebimbangan, kesepian
harus cepat diatasi agar seseorang tidak terlalu lama berada dalam siksaan
batin. Untuk mengatasi kesepian seseorang membutuhkan kawan untuk
berkomunikasi, kawan yang selalu ada dalam keadaan duka, yang mampu memahami,
mengerti dan menghayati kesepian yang dialami sahabat nya.
Selain mencari kawan seseorang juga
perlu mengisi waktunya dengan kesibukan. Sehingga kesepian dapat teratasi.
3.
Ketakutan
Ketakutan dapat menyebabkan
seseorang mengalami siksaan batin. Bila raasa takut itu dibesar-besarkan tidak
pada tempat nya maka disebut dengan phobia.
Seperti pada kesepian, ketakutan
juga dapat dialami seseorang walaupun lingkungannya ramai. Banyak sebab yang
menjadikan seseorang merasa ketakutan antara lain :
a.
Claustrophobia dan Agoraphobia
Claustrophobia adalah rasa takut terhadap
ruangan tertutup. Misalkan kepanikan seperti situasi di lift, kereta api atau
pesawat udara. Sedangkan Agoraphobia adalah ketakutan seseorang berada di
tempat terbuka, pada umumnya penderita agoraphobia mengalami ketakutan terhadap
tempat umum.
b.
Gamang
Gamang adalah ketakutan bila
seseorang berada ditempat yang tinggi. Misalkan seseorang berada dijembatan
yang sempit yang dibawahnya terdapat air yang mengalir.
c.
Kegelapan
Kegelapan merupakan ketakutan
seseorang bila berada ditempat yang gelap. Sebab dalam pikirannya akan muncul
sesuatu yang menakutkan dalam tempat gelap seperti setan atau pun pencuri.
Orang yang demikian menghendaki ruangannya selalu terang.
d.
Kesakitan
Kesakitan merupakan ketakutan yang
disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami. Misalkan seseorang yang akan di
injeksi, sebelum jarum injeksi disuntikan kedalam tubuhnya seseorang tersebut
akan berteriak-teriak karena dalam pikirannya semuanya akan menimbulkan
kesakitan.
e.
Kegagalan
Kegagalan merupakan ketakutan
seseorang disebabkan karena merasa bahwa apa yang dikerjakan akan mengalami
kegagalan. Misalkan seseorang yang patah hati tidak mudah untuk bercinta
kembali dikarenakan takut gagal dalam percintaan berikutnya. Trauma yang
dialaminya menjadikan ketakutan kalau hal tersebut terulang kembali.
C. KEKALUTAN
MENTAL
Kekalutan mental adalah gangguan
kejiwaan akibat ketidakmampuaan seseorang menghadapi persoalan yang harus
diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah kurang wajar.
Gejala-gajala awal sesorang
mengalami kekalutan mental :
1.
Nampak pada jasmani yang sering
merasa pusing, sesak napas, demam , nyeri pada lambung.
2.
Nampak pada kejiwaan dengan rasa
cemas, cemburu, patah hati, mudah marah.
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah
:
1.
Gangguan kejiwaan nampak pada
kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohani
2.
Usaha mempertahankan diri dengan
cara yang negatif yaitu lari dari permasalahan. Bagi orang yang tidak menderita
gangguan kejiwaan bila menghadapi persoalan akan langsung menyelesaikan
persoalan tersebut. Jadi bukan lari dari persoalan tetapi melawan dan
menyelesaikannya.
3.
Kekalutan merupakan titik patah dan
yang bersangkutan memiliki gangguan.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan
mental :
a.
Kepribadian yang lemah
Hal tersebut sering menyebabkan
seseorang merasa rendah diri yang secara berangsur-angsur akan menyudutkan
kedudukannya dan menghancurkan mental nya.
b.
Terjadinya konflik sosial budaya
Norma yang berbeda antara yang
bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat, sehingga ia tidak dapat
menyesuaikan diri lagi.
c. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan
terhadap kehidupan sosial.
Proses kekalutan mental yang
dihadapi seseorang dapat mendorang kearah yang
a. Positif
Trauma yang dialami dijawab dengan
baik yaitu dengan melakukan hal-hal yang bersifat positif seperti solat tahajud
malam hari untuk memperoleh ketenangan jiwa dan mencari jalan keluar untuk
mengatasi permasalahan yang dihadapinya.
b.
Negatif
Trauma yang dialami diperlarutkan
sehingga orang yang bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat
tidak tercapainya apa yang diinginkan.
Bentuk frustasi antara lain :
1.
Agresi
Kemarahan yang meluap-meluap akibat
emosi yang tidak terkendali, dan secara fisik dapat berakibat mudahnya
terserang tekanan darah tinggi atau tindakan sadis yang dapat membahayakan
orang lain.
2.
Regresi
Kembali kepada tingkah laku yang
kekanak-kanakan seperti menjerit-jerit, menangis sampai meraung-raung, memecahkan
barang-barang
3.
Fiksasi
Peletakan atau pembatasan pada satu
pola yang sama. Misalnya dengan membisu, memukul-mukul dada sendiri,
membenturkan kepala dengan benda keras.
4.
Proyeksi
Usaha melemparkan kelemahan dan
sikap-sikap sendiri kepada orang lain.
5.
Identifikasi
Menyamakan diri dengan orang yang
sukses dalam imaginasinya.
6.
Narsisme
Self love yang berlebihan sehingga
merasa dirinya lebih superior dibanding yang lainnya.
7.
Autisme
Gejala menutup dirinya secara total
dari dunia nyata, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, merasa puas dengan
fantasinya sendiri yang dapat menjurus kesifat yang sinting.
Pada umumnya penderita kekalutan
mental banyak terjadi di lingkungan :
1.
Kota-kota
besar karena pada umumnya dikota besar
tantangan hidup lebih berat sehingga orang merasa dikejar-kejar dalam memenuhi
kebutuhan hidup nya.
2.
Anak-anak
usia muda yang tidak berhasil dalam mencapai
yang dikehendaki atau di idam-idamkan.
3.
Wanita yang pada umumnya lebih mudah merasakan suatu masalah yang
dibawanya kedalam hati atau perasaan, tetapi sulit mengeluarkan perasaan
tersebut.
4.
Orang yang
tidak beragama tidak memiliki keyakinan bahwa
diatas dirinya ada kekuasaan yang lebih tinggi.
5.
Orang yang
terlalu mengejar materi seperti
pedagang atau pengusaha yang terlalu berlebihan mencari keuntungan
sebanyak-banyaknya.
D. PENDERITAAN DAN
PERJUANGAN
Setiap manusia pasti mengalami
penderitaan baik ringan maupun berat. Manusia harus berusaha untuk mengurangi
penderitaan semaksimal mungkin atau bahkan menghilangkannya sama sekali.
Manusia hidup ditakdirkan bukan
hanya untuk bahagia, melainkan juga untuk menderita. Karena itu manusia hidup
tidak boleh pesimis yang menganggap hidupnya adalah bagian dari rangkaian
penderitaan. Manusia harus optimis, harus berusaha mengatasi kesulitan
hidupnya. Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang kecuali orang itu sendiri
yang berusaha merubahnya.
Pembebasan penderitaan pada
hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup dengan cara berjuang menghadapi
tantangan hidup dalam alam sekitar, masyarakat sekitar, dengan waspada disertai
doa kepada Tuhan agar terhindar dari bahaya dan malapetaka. Manusia hanya
bisa merencanakan segalanya Tuhan yang menentukan. Kelalaian manusia dapat
menyebabkan penderitaan bagi manusia itu sendiri.
E.
PENDERITAAN DAN SEBAB-SEBABNYA
Sebab-sebab timbulnya penderitaan
antara lain :
a.
Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan yang menimpa manusia
karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan
hubungan manusia dengan alam sekitar.
Karena perbuatan buruk antara sesama
manusia yang mengakibatkan manusia lain menderita antara lain :
1.
TKW Indonesia yang dianiaya di
Malaysia disiksa, disetrika, diperkosa bahkan ada yang sampai meninggal dunia.
Perbuatan buruk majikan yang menyebabkan penderitaan bagi pembantunya sampai
kehilangan nyawanya.
2.
Perbuatan buruk orang tua kepada
anak kandung nya yang menganiaya sampai mengakibatkan kematian. Orang tua yang
seharusnya melindungi dan menjadi contoh bagi anak nya malah memberikan
penderitaan kepada anak kandung nya sendiri.
3.
Tawuran pelajar antara SMA 6 dan SMA
70 yang mengakibatkan dua orang luka dan satu orang meninggal dunia. Tawuran
pelajar yang menyisakan penderitaan bagi keluarga maupun dirinya sendiri.
Perbuatan buruk manusia terhadap
lingkungan juga menyebabkan penderitaan bagi manusia. Tetapi manusia tidak
menyadari hal tersebut. Manusia baru menyadari setelah bencana itu terjadi
seperti :
1.
Musibah banjir dan tanah longsor di
Kota Ambon. Bencana ini memakan korban sebanyak 5 orang meninggal akibat banjir
dan 3 orang akibat tanah longsor, belum terhitung lagi jumlah orang yang hilang
dan kerusakan harta benda yang diderita akibat bencana alam ini. Bencana alam
ini bermula karena penebangan hutan secara liar sehingga tanah tidak mampu
menampung debit air hujan dan berakibat banjir disertai tanah longsor.
Pemerintah dan segenap jajaran kesehatan dan tim SAR telah mengevakuasi korban,
memberikan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit dan klinik. Mereka bekerjasama
untuk membantu korban keluar dari penderitaan ini.
2.
Bencana Lumpur Lapindo yang
disebabkan karena kelalaian manusia dalam pengeboran sumur di Sidoarjo Jawa
Timur yang mengakibatkan menyemburnya lumpur panas dari bawah
tanah. Semburan lumpur panas tersebut menyebabkan tergenangnya kawasan
permukiman, pertanian, dan perindustrian di tiga kecamatan di sekitarnya, serta
memengaruhi aktivitas perekonomian di Jawa Timur.
Inilah penderitaan manusia akibat kelalaian pekerja dan pimpinan perusahaan.
Mereka harus bertanggung jawab untuk memulihkan penderitaan warga sekitar.
b.
Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab Tuhan
Penderitaan juga dapat terjadi
karena penyakit, siksaan / azab Tuhan. Kesabaran, tawakal dan optimisme
merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan tersebut. Banyak contoh
kasus penderitaan semacam ini antara lain :
1.
Seorang anak laki-laki yang lahir
tanpa tangan dan kaki. ia berjuang mental dan emosional serta fisik nya.
Awalnya dia seakan tidak mempunyai harapan untuk hidup seakan hidup ini tidak
ada artinya lagi. Tetapi dia menyadari bahwa ada tangan Tuhan yang akan selalu
membantunya. Tuhan pasti akan menunjukan kebesaran dan kuasanya bagi
orang-orang yang tidak pernah mengenal putus asa. Dengan kekuatannya itu dia
mampu menyelesaikan study nya di Griffith University dan sekarang dia menjadi
seorang motivator Internasional. Dia adalah Nicholas James Vujicic atau yang
biasa sering dipanggil Nick Vujicic.
2.
Nabi ayub mengalami cobaan Tuhan
yaitu dia menderita penyakit kulit selama bertahun-tahun. Nabi ayub kehilangan
masa kejayaannya, keluarganya, teman dan kaum kerabatnya. Dengan penuh
kesabaran dan keihklasan Nabi ayub menjalankan cobaan dari Tuhan. Berkat
kesabaran dan keihlasannya beliau sembuh total dari penyakitnya dan Allah
memberikan kemulian yang berlipat-lipat sehingga Nabi Ayub tidak lagi miskin.
3.
Tenggelamnya fir’aun dilaut merah
adalah azab yang dijatuhkan Tuhan kepada orang yang angkuh dan sombong. Ketika
fir’aun mengngejar Nabi Musa dan pengikut-pengikutnya menyebrangi laut merah.
Dengan tongkat Nabi Musa laut itu terbelah, Nabi Musa dan para pengikutnya
segera menyebrangi laut tersebut. Ketika fir’aun dan tentaranya tepat berada
ditengah laut merah itu seketika itu juga laut merah tertutup lagi dan fir’aun
beserta bala tentaranya tenggelam didalamnya.
F. PENGARUH PENDERITAAN
Setiap penderitaan yang dialami oleh
seseorang membawa pengaruh baik positif maupun negatif.
Sikap positif yaitu sikap optimis
dalam menghadapi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan,
melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu
hanya bagian dari kehidupan.
Sedangkan sikap negatif misalnya
penyesalan karena tidak bahagia, kecewa, putus asa, ingin bunuh diri.
KESIMPULAN
Pada hakekatnya penderitaan dan
manusia itu berdampingan . karena penderitaan merupakain rangkaian dari
kehidupan. Setiap orang pasti pernah mengalami penderitaan.
Penderitaan itu dapat teratasi
tergantung bagaiaman seseorang menyikapi penderitaan tersebut. Banyak hikmah
dan pelajaran yang dapat diambil dari penderitaan
Tidak semua penderitaan yang dialami
oleh seseorang membawa pengaruh buruk bagi orang yang mengalaminya. Melainkan
dengan penderitaan kita dapat mengetahui kesalahan apa yang telah kita perbuat.
Karena penderitaan tidak akan muncul jika tidak ada penyebabnya.
Agar manusia tidak mengalami
penderitaan yang berat untuk itu manusia harus bisa menjaga sikap dan
kelakuannya baik kepada sesama manusia, alam sekitar , maupun kepada Tuhan Yang
Maha Esa. Yakin dan percaya bahwa Tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar
batas kemampuan umatnya.
DAFTAR PUSTAKA :
Widyo Nugroho, Achmad Muchji.
1996. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : Universitas Gunadarma