Sabtu, 19 November 2016

Siang itu di Mandiraja




            Hari itu tidak seperti biasanya. Siang yang lazimnya begitu panas tanpa satupun awan, kini terasa berbeda. Kumpulan awan-awan hitam terlihat di seluruh bagian langit kota yang terkenal akan es dawet ayu-nya. Tengah hari itu terasa seperti petang. Tidak ada sinar matahari yang masuk ke permukaan bumi untuk menyinari segala isinya.

            Hingga akhirnya satu-persatu isi dari awan hitam itu mulai jatuh ke tanah. Dengan perlahan mengguyur permukaan tanah dan alam di sekitarnya. Aspal jalanan itu yang sebelumnya kering karena debu kotor tiba-tiba menjadi basah dengan meninggalkan bau jalanan yang menyengat.

            Aku parkirkan motor matik 125CC besutan pabrikan Jepang dengan slogan semakin di depan ini ke sebuah kedai kopi di pinggir jalan raya. Kedai kopi yang letaknya di jantung kota Mandiraja ini terlihat startegis karena berada di sekitar pasar, kantor polisi, ruko-ruko perbelanjaan, dan terminal.

            Suara adzan dzuhur berkumandang di masjid berwarna hijau tepat di belakang kedai kopi. Suara muadzin terdengar merdu, bahkan melebihi merdunya suara penyanyi pria yang terkenal akan lagu bukan cinta biasa. Masjid yang bergaya jawa dengan satu menara di samping masjid ini terlihat begitu indahnya.

            Perempatan jalan kota Mandiraja yang biasanya ramai kini terasa sepi. Pengguna sepeda motor yang biasanya mendominasi jalanan, kini tiada hilang dalam sekejap. Hanya beberapa kendaraan roda empat yang berlalu lalang di jalur yang menghubungkan kota Purbalingga dan Banjarnegara tersebut.
            Di seberang jalan raya bagian selatan warung kopi tersebut terdapat hamparan sawah-sawah yang padinya mulai menguning dengan beberapa orang yang sedang meneduh di sebuah pondok di dekat persawahan. Pemandangan itu terasa lengkap dengan background perbukitan yang memisahkan kabupaten Banjarnegara dengan Kebumen tersebut.

            Sementara di bagian utara kedai kopi ini tampak sungai serayu di kejauhan yang samar-samar terhalangi oleh sawah dan rumah-rumah penduduk di sekitarnya. Tidak lupa latar belakang perbukitan yang panjangnya sejauh mata memandang dengan ujungnya gunung Slamet di bagian barat dan dataran tinggi dieng di bagian timurnya.

            Aku pesankan secangkir kopi hitam kepada penjual laki-laki itu dan mengambil satu pisang goreng yang masih hangat. Perpaduan manisnya pisang dan gurihnya tepung terasa nikmat di lidah putra Jawa ini yang notabennya memang pencinta manis.

            Kopi hitam pesananku tak lama datang. Aku lantas menyeruput perlahan kopi hitam bermerek angkutan laut dan mengambil tempat duduk di bangku terujung di dalam kedai kopi itu lalu menyalakan sebatang rokok filter yang lambangnya sebuah pabrik dan jalur kereta.

            Disebelahku terdapat dua orang pria yang usianya mungkin sudah melewati setengah abad. Mereka mengenakan topi caping dan membawa pacul yang kotor bekas menyangkul tanah. Kedua bapak-bapak itu juga berkulit legam mungkin karena sedari kecil mereka bekerja di sawah.

            Salah seorang dari mereka yang memakai baju merah sedang menghisap rokok kretek khas dari pabrikkan kota kelahiran dari orang terkaya di Indonesia. Sedangkan yang satunya lagi memakai baju berwarna putih yang di bagian depannya sedikit kotor sedang memakan gorengan dengan di tangan satunya lagi memegang cabai berwarna hijau yang ranum.

            Tetesan air hujan semakin deras menimbulkan sepinya jalanan yang biasanya ramai akan kendaraan roda dua. Bulir-bulir air hujan tampak terlihat dalam genangan air di pinggiran aspal. Tanah-tanah yang sebelumnya kering kini menjadi basah dan becek serta berlumpur.

            Kedua mata ini lalu memandang kesekitar terminal yang letaknya sedikit ke barat dari kedai kopi. Terdapat beberapa bis yang sedang terparkir dengan megah dan kehujanan di dalam terminal yang notabennya adalah bis yang di kenal dengan pelanginya.

            Disebelah timur terminal terlihat beberapa becak dan dokar yang pemiliknya sedang berteduh di sebuah bangunan dinas perhubungan dengan warnanya yang khas, yaitu biru tua dan putih. Terlihat juga beberapa petugas dinas perhubungan yang sedang menikmati kopinya.

            Di seberang jalan tepat di depan kedai kopi ini pasar Mandiraja berdiri dengan indahnya. Pertokoan yang di sekitar pasar terlihat sepi, hanya ada beberapa penjual yang sedang berada di depan tokonya yang sedang berbincang-bincang dengan penjual lainnya.

            Kantor polisi sektor Mandiraja juga terlihat sepi seperti tidak ada kehidupan di dalamnya. Hanya terlihat beberapa mobil dinas polisi dan dua sepeda motor bebek yang sedang terparkir di halaman kantor. Di pos polisi hanya ada satu polisi berpangkat ajun inspektur polisi dua yang terlihat sedang melihat ke arah jalanan.

            Tanpa sengaja sepasang bola mata ini melihat ke arah bangunan warung sembako yang sedang  tutup di depan kedai kopi. Alat panca menangkap sepasang pemuda-pemudi yang aku kenal sedang meneduh dari derasnya hujan siang ini. Tiba-tiba pikiranku langsung terbawa ke masa lalu seperti hempasan asap rokok yang terbawa angin hujan.

           

Job Enrichment



Pengertian Job Enrichment


          Job Enrichment  Pengayaan Pekerjaan  (job enrichment) merupakan penambahan pekerjaan melalui peningkatan kewenangan, tanggung jawab pekerjaan akan lebih besar karena di kaitkan dengan proses perencanaan atau evaluasi pekerjaan.

          Job enrichment memberikan karyawan  tidak hanya lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan tetapi juga lebih banyak  tugas untuk tampil di tingkat yang lebih tinggi keterampilan dan tanggung jawabnya.  Job enrichment memberikan karyawan kesempatan untuk mengambil kontrol yang  lebih besar atas bagaimana untuk melakukan pekerjaan mereka.

Contoh :

          Di sebuah perusahaan ada seorang staff  HRD. Oleh perusahaan ia akan dinaikan jabatannya sebagai manager HRD. Sebelum ia naik ke jabatan tersebut, perusahaan meminta agar ia mengambil kuliah untuk mendapatkan gelar S2 dan juga ia diminta agar mengikuti training yang disediakan oleh perusahaan. Hal tersebut berguna untuk menambah wawasan dan kemampuan yang ia miliki, agar kemampuan tersebut dapat digunakan untuk membantu memajukan perusahaan.

Datpus :
 http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2012-2-00213-MN%20Bab2001.pdf (Minggu, 20 Novemer 2016, 07.00)

Selasa, 15 November 2016

Sejarah Makam Kedunglumbu, Kebanaran. Kecamatan Mandiraja, Kab Banjarnegara, Jawa Tengah.



KISAH /YANG DIMAKAMKAN DI DESA KEBANARAN
[MAKAM KEDUNGLUMBU]

            Bambang Bragola adalah putra dari ki Ageng Penjawi [senopati mataram] yang dalam legenda Bambana Bragola mempunyai kesaktian yang luar biasa, punya seekor kuda yang larinya tak ada yang biasa mengalahkannya. Sang raja takut kalo kalo pemerintahannya akan dakalahkan oleh putra Ki Ageng Penjawi, Untuk menyingkirkan Bambang Bragola, sang Prabu mengadakan sayembara, yaitu balapan kuda dengan persyaratan bila sayembara Bambang Bragola dapat memenangkan pembalap kuda kerajaan, Bambang Bragola akan dinaikkan pangkatnya menjadi Adipati di mataram, sebaliknya bila kalah, harus enyah dari Mataram.
            Pada saat yang telah ditentukan dimulailah pertandingan balap kuda /pacuan kuda Yang kuda punggawa kerajaan semuanya kalah, mendengar kuda kuda kerajaan kalah, sanga raja memerintahkan kuda Bambang Bragola diganti dengan kerbau, yang selanjutnya kerbau itu harus diadu kecepatannya dengan kuda kuda kerajaan, Dalam pelaksanaan tersebut kuda kuda kerajaan tetap kalah dengan larinya kerbau milik Bambang Bragola.
            Karena raja merasa malu, maka memerintahkan kepada punggawanya untuk membunuh kerbau itu. Dalam pelaksanaannya kerbau tersebut tidak dapat dibunuh karena kesaktiannya [Kerbau itu dinamai kerbau lando] Sesakti apapun karena berkali kali dikeroyok oleh pasukan Mataram akhirnya kerbau lando berbicara pada sang majikan [Bambang  Bragola] saya mau mati tetapi harus bersama dengam sang majikan. Benar juga pada pengeroyokan yang terakhir, Bambang Bragola dan kerbaunya mati seketika.
            Sang ayah melihat kematian anaknya, merasa malu jangan jangan dianggap mejadi pemberontak Akhirnya Ki Ageng Penjawi melarikan diri dari kerajaan. Pertama pergi kearah barat menuju ke Kebumen, lalu ke Gombong. Disitu beliau bingung, kemana akan melanjutkan perjalanan ,karena belum ada manusia didaerah tersebut. Pada saat kebingungan, melihat arah utara ada asap, dalam hati berkata kalau ada asap berarti ada kehidupan manusia disana.
            Akhirnya pergi menuju ke utara, pada saat di gundukan tanah yang tinggi beliau melihat kanan kiri [ngileng basa jawa] yang akhirnya tempat tersebut dinamai Desa Ketileng. Terus berjalan ke utara menyeberangi sungai sapi, yang  palungnya yang amat dalam [kedung basa jawa] dan disinya ada tanaman talas [lumbu] yang pohonnya ditimur sungai dan daunnya di sebelah sungai, akhirnya tempat itu diberi nama Kedunglumbu.
             Pasa saat istirahat, bertemu dengan seorang kakek kakek yang memakai lancingan  yang akhirnya orang itu disebut mbah tuan lancing. Yang konon disuruh mampir seterusnya Ki Ageng Penjawi dinobatkan sebagai guru dari Tuan  Lancing  Dipedepokan kedunglumbu mempunyai seorang murid yang bernama Nitipraja. Pada saat trukah ke Somawangi, bila setelah selesai kerja  Nitipraja langsung mandi dengan api yang membara.
            Waktu ada undangan ke Banyumas Ki Ageng Penjawi mewakilkan kepada murid kesayangannya yaitu Nitipraja .Pada saat sarasean di pendopo. Nitipraja dikerjain [dijaili] Yang pada saat berdiri ia tidak dapat pantantnya lengket ke tikar. Karena kesaktiannya maka berdoa, yang akhirnya dapat berdiri seperti semula .Pada saat iti ia langsung menyumpahi pada pada orang orang  banyumas Besok orang orang Banyumas bila datang ke Kebanaran akan terjadi musibah.
Ini dulu versi sejarah kedung lumbu.
Disadur oleh (Alm. K.Khusbandi)
Disalurkan oleh (I.P. Krishnaaji)

Minggu, 06 November 2016

Teori Motivasi



1.      Teori Penguatan (Reinforcement)

A.    Pengertian Teori Penguatan
Teori Penguatan adalah suatu teori motivasi yang di dasarkan oleh sebab-akibat yang di lakukan perilaku.
Tingkah laku dengan konsekuensi positif cenderung untuk diulang, sementara tingkah laku dengan konsekuensi negatif cenderung untuk tidak diulang.
a.       Penguatan Positif
Suatu respon baik yang di berikan kepada individu sehingga memungkinkan seseorang untuk selalu melakukannya karena mendapatkan reward atau pujian.
b.      Penguatan Negatif
Suatu respon buruk yang di berikan kepada individu sehiingga membuat individu tidak ingin melakukan perbuatannya lagi.
c.       Pengenaan Hukuman (Punishment)
Tindakan hukuman yang lebih buruk dari penguatan negatif.
d.      Pemadaman
Tindakan untuk menghilangkan keinginan bawahan karena tindakannya tidak di inginkan oleh atasannya.

B.     Implikasi Praktis
Teori Penguatan akan selalu berjalan dengan baik jika di lakukan dalam perilaku organisasi karena manusia pada hakekatnya adalah pemalas, tidak mau bertanggung jawab walaupun bisa di lakukan, oleh karena itu maka karyawan harus diawasi terus dan memotivasi dengan cara memberi hadiah jika berbuat baik dan dihukum jika berbuat sebaliknya.



2.      Teori Harapan

A.    Pengertian Teori Harapan
Teori harapan itu menyatakan apa yang memotivasi seseorang untuk bekerja giat adalah tergantung dari timbal balik antara apa yang di butuhkan dan diinginkan dari hasil pekerjaan tersebut.
Bila keyakinan cukup besar untuk memperoleh kepuasannya, maka dia bekerja lebih keras. Begitu sebaliknya.
a.       Harapan ( Expectancy )
Harapan adalah suatu kesempatan yang diberikan pada individu.
b.      Nilai ( Valence )
Nilai adalah akibat dari perilaku tertentu yang mempunyai nilai / martabat tertentu (daya atau nilai motivasi) bagi setiap individu yang bersangkutan.
c.       Pertautan ( Instrumentality )
Pertautan adalah persepsi dari individu bahwa hasil tingkat pertama akan dihubungkan dengan hasil tingkat kedua.

B.     Implikasi Teori Harapan
Harapan selalu membuat seseorang akan lebih termotivasi, contohnya seorang karyawan akan bersedia melakukan upaya yang lebih besar apabila diyakininya upaya itu akan berakibat pada penilaian kinerja yang baik, dan bahwa penilaian kinerja yang baik akan berakibat pada imbalan yang lebih besar dari organisasi seperti bonus yang lebih besar, kenaikan gaji serta promosi dan kesemuanya itu memungkinkan yang bersangkutan untuk mencapai tujuan-tujuan pribadinya.

3.      Teori Tujuan

A.    Pengertian Teori Tujuan
Teori tujuan itu mencoba menjlaskan hubungan antara tujuan dengan perilaku.
Aturan dasarnya ialah tujuan-tujuan dasarnya itu di lakukan secara sadar. Tujuan-tujuan yang cukup sulit, khusus dan yang pernyataannya jelas dan dapat diterima oleh tenaga kerja, akan menghasilkan unjuk-kerja yang lebih tinggi daripada tujuan-tujuan yang taksa, tidak khusus, dan yang mudah dicapai.
B.     Implikasi Teori Tujuan
Motivasi kerja individu bercorak proaktif dan individu akan berusaha mencapai tujuan-tujuan yang telah di tetapkan. Bila seseorang tenaga kerja yang lebih bercorak reaktif maka ia menetapakan sasaran kerjanya untuk kurun waktu tertentu, dapat terjadi bahwa keikatan usaha mencapai tujuan tersebut tidak selalu besar.

4.      Teori Hirarki Kebutuhan Maslow

A.    Pengertian Teori Kebutuhan Maslow
Teori ini menyatakan individu akan memenuhi kebutuhan pokok dahulu sebelum kebutuhan yang lebih tinggi.
Individu memiliki keinginan untuk berkembang menjadi lebih baik dan maju.
a.       Kebutuhan fisiologis yaitu kebutuhan yang meliputi rasa lapar, haus, kebutuhan akan perlindungan, kebutuhan seks dan fisiologis lainnya.
b.      Kebutuhan akan rasa aman yaitu kebutuhan yang meliputi kebutuhan akan keamanan dan proteksi dari ganggan fisik dan emosi.
c.       Kebutuhan sosial yaitu kebutuhan yang meliputi : kasih sayang, rasa memiliki dan dimiliki, penerimaan dan persahabatan.
d.      Kebutuhan harga diri yaitu kebutuhan yang meliputi : harga diri internal seperti menghormati diri sendiri, otonomi dan usaha untuk mencapai hasil. Harga diri eksternal seperti status, pengakuan dan perhatian.
e.       Kebutuhan aktualisasi/perwujudan diri yaitu kebutuhan yang digambarkan dengan dorongan untuk menjadi apa yang diinginkan seseorang meliputi : pertumbuhan, pencapaian potensi seseorang dan pemenuhan kebutuhan seseorang.

B.     Implikasi Teori Kebutuhan Maslow
Kebutuhan-kebutuhan yang pokok akan dipenuhi terlebih dahulu dari pada kebutuhan sekunder. Hal yang memotivasi semangat kerja seseorang adalah untuk memenuhi kebutuhan, kepuasan materil dan non-materi dari apa yang di perolehnya.


REFERENSI.

https://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/Bab%202_09-156.pdf (Minggu, 6 November 2016, jam 22.00)