1.
Teori Penguatan (Reinforcement)
A. Pengertian
Teori Penguatan
Teori Penguatan adalah suatu teori
motivasi yang di dasarkan oleh sebab-akibat yang di lakukan perilaku.
Tingkah laku dengan konsekuensi positif cenderung untuk diulang,
sementara tingkah laku dengan konsekuensi negatif cenderung untuk tidak diulang.
a.
Penguatan
Positif
Suatu respon baik
yang di berikan kepada individu sehingga memungkinkan seseorang untuk selalu
melakukannya karena mendapatkan reward atau pujian.
b.
Penguatan Negatif
Suatu respon
buruk yang di berikan kepada individu sehiingga membuat individu tidak ingin
melakukan perbuatannya lagi.
c.
Pengenaan
Hukuman (Punishment)
Tindakan
hukuman yang lebih buruk dari penguatan negatif.
d.
Pemadaman
Tindakan untuk
menghilangkan keinginan bawahan karena tindakannya tidak di inginkan oleh
atasannya.
B.
Implikasi
Praktis
Teori Penguatan
akan selalu berjalan dengan baik jika di lakukan dalam perilaku organisasi
karena manusia pada hakekatnya adalah pemalas,
tidak mau bertanggung jawab walaupun bisa di lakukan, oleh karena itu maka karyawan
harus diawasi terus dan memotivasi dengan cara memberi hadiah jika berbuat baik
dan dihukum jika berbuat sebaliknya.
2.
Teori Harapan
A.
Pengertian
Teori Harapan
Teori harapan itu
menyatakan apa yang memotivasi seseorang untuk bekerja giat adalah tergantung
dari timbal balik antara apa yang di butuhkan dan diinginkan dari hasil
pekerjaan tersebut.
Bila keyakinan cukup
besar untuk memperoleh kepuasannya, maka dia bekerja lebih keras. Begitu sebaliknya.
a. Harapan ( Expectancy )
Harapan
adalah suatu kesempatan yang diberikan pada individu.
b. Nilai ( Valence )
Nilai
adalah akibat dari perilaku tertentu yang mempunyai nilai / martabat tertentu (daya
atau nilai motivasi) bagi setiap individu yang bersangkutan.
c. Pertautan ( Instrumentality )
Pertautan
adalah persepsi dari individu bahwa hasil tingkat pertama akan dihubungkan
dengan hasil tingkat kedua.
B.
Implikasi Teori
Harapan
Harapan selalu
membuat seseorang akan lebih termotivasi, contohnya seorang karyawan akan bersedia
melakukan upaya yang lebih besar apabila diyakininya upaya itu akan berakibat
pada penilaian kinerja yang baik, dan bahwa penilaian kinerja yang baik akan
berakibat pada imbalan yang lebih besar dari organisasi seperti bonus yang lebih
besar, kenaikan gaji serta promosi dan kesemuanya itu memungkinkan yang bersangkutan
untuk mencapai tujuan-tujuan pribadinya.
3.
Teori Tujuan
A.
Pengertian
Teori Tujuan
Teori tujuan
itu mencoba menjlaskan hubungan antara tujuan dengan perilaku.
Aturan dasarnya
ialah tujuan-tujuan dasarnya itu di lakukan secara sadar.
Tujuan-tujuan yang cukup sulit,
khusus dan yang pernyataannya jelas dan dapat diterima oleh tenaga kerja, akan
menghasilkan unjuk-kerja yang lebih tinggi daripada tujuan-tujuan yang taksa,
tidak khusus, dan yang mudah dicapai.
B.
Implikasi Teori
Tujuan
Motivasi kerja individu bercorak
proaktif dan individu akan berusaha mencapai tujuan-tujuan yang telah di
tetapkan. Bila seseorang tenaga kerja yang lebih bercorak reaktif maka ia
menetapakan sasaran kerjanya untuk kurun waktu tertentu, dapat terjadi bahwa
keikatan usaha mencapai tujuan tersebut tidak selalu besar.
4.
Teori Hirarki Kebutuhan Maslow
A. Pengertian
Teori Kebutuhan Maslow
Teori ini menyatakan individu akan
memenuhi kebutuhan pokok dahulu sebelum kebutuhan yang lebih tinggi.
Individu memiliki keinginan untuk
berkembang menjadi lebih baik dan maju.
a. Kebutuhan fisiologis yaitu kebutuhan
yang meliputi rasa lapar, haus, kebutuhan akan perlindungan, kebutuhan seks dan
fisiologis lainnya.
b. Kebutuhan akan rasa aman yaitu
kebutuhan yang meliputi kebutuhan akan keamanan dan proteksi dari ganggan fisik
dan emosi.
c. Kebutuhan sosial yaitu kebutuhan
yang meliputi : kasih sayang, rasa memiliki dan dimiliki, penerimaan dan persahabatan.
d. Kebutuhan harga diri yaitu kebutuhan
yang meliputi : harga diri internal seperti menghormati diri sendiri, otonomi dan
usaha untuk mencapai hasil. Harga diri eksternal seperti status, pengakuan dan
perhatian.
e. Kebutuhan aktualisasi/perwujudan
diri yaitu kebutuhan yang digambarkan dengan dorongan untuk menjadi apa yang diinginkan
seseorang meliputi : pertumbuhan, pencapaian potensi seseorang dan pemenuhan
kebutuhan seseorang.
B. Implikasi
Teori Kebutuhan Maslow
Kebutuhan-kebutuhan yang pokok akan
dipenuhi terlebih dahulu dari pada kebutuhan sekunder. Hal yang memotivasi semangat
kerja seseorang adalah untuk memenuhi kebutuhan, kepuasan materil dan
non-materi dari apa yang di perolehnya.
REFERENSI.
https://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/Bab%202_09-156.pdf (Minggu, 6 November 2016, jam 22.00)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar