PSIKOLOGI
MANAJEMEN
Makalah
ini disusun untuk memenuhi tugas kelompok pada mata kuliah
Disusun oleh :
Ilham Pratama Krishnaaji (15514184)
Mutiara Nugraheni Adi (17514687)
Nurmalinda Rusanti (18514235)
Reza Aulia (1C514840)
Sandi Pramuditha Siregar (19514980)
UNIVERSITAS
GUNADARMA
FAKULTAS
PSIKOLOGI
2016
PENDAHULUAN
Pengertian
Managemen merupakan perpaduan ilmu dan seni. Manajemen adalah proses
perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian kegiatan anggota
organisasi dan proses penggunaan sumber daya organisasi lainnya untuk mencapai
tujuan organisasi yang telah di tetapkan.
Pengertian
singkat tentang psikologi ditinjau dari segi bahasa, kata
psikologi berasal dari kata psyche dan logos yang artinya ilmu pengetahuan
jiwa. Psikologi adalah ilmu pengetahuan
tentang jiwa atau ilmu jiwa. Menurut Wundt (dalam Heru, 2008) Psikologi itu merupakan
ilmu tentang kesadaran manusia, dimana keadaan jiwa direfleksikan dalam
kesadaran manusia.
Jadi,
psikologi manajemen dapat diartikan sebagai suatu studi tentang tingkah laku
manusia yang terlibat dalam proses manajemen dalam rangka melaksanakan
fungsi-fungsi manajemen untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
TEORI
1.
Psikologi Manajemen
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI) Manajemen adalah orang yg mengatur pekerjaan atau kerja sama di antara
berbagai kelompok atau sejumlah orang untuk mencapai sasaran atau orang yg
berwenang dan bertanggung jawab membuat rencana, mengatur, memimpin, dan
mengendalikan pelaksanaannya untuk mencapai sasaran tertentu.
Psikologi
manajemen adalah ilmu tentang bagaimana mengatur sumber daya yang ada untuk
memenuhi kebutuhan. Kaitannya dengan psikologi yaitu dengan ditemukan dan
dikembangkannya ilmu psikologi, diketahui bahwa unsur SDM ternyata merupakan
yang terpenting dari ketiga modal kerja perusahaan manapun.
Ilmu
psikologi memang berpusat pada manusia, mampu mengintervensi berbagai faktor
internal manusia seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dsb dengan
berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang
setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan. Dengan adanya psikologi
manajemen, kinerja SDM akan terkontrol dengan baik dan tingkat produktivitas
meningkat.
2. Organisasi
Pengertian
Organisasi
menurut Stoner, organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui
mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
Sedangkan menurut James D. Mooney, organisasi adalah
bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
Lalu, menurut Chester I. Bernard, organisasi merupakan
suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Jadi dapat
disimpulkan bahwa Organisasi adalah penyusunan dan pengaturan bagian-bagian
hingga menjadi suatu kesatuan; sususan dan aturan dari berbagai bagian sehingga
merupakan kesatuan yang teratur; gabungan kerja sama (untuk mencapai tujuan
tertentu).
Tujuan Organisasi
adalah tiap-tiap manusia mempunyai
kebutuhan serta tujuan yang tidak sama, hal itu jadi sebab ada tujuan dalam
organisasi, dengan menjadikan satu kebutuhan serta tujuan yang tidak sama untuk
jadi kebutuhan serta tujuan yang sama. tujuan organisasi punya pengaruh dalam
meningkatkan organisasi baik dalam perekrutan anggota, serta pencapaian apa
yang menginginkan dikerjakan dalam berjalannya organisasi itu.
3.
Definisi Komunikasi
Komunikasi
menurut Harold (1997) adalah saluran mereka untuk mempengaruhi serta mekanisme
mereka untuk melakukan perubahan.
Rogers
(dalam Cangara, 2005) mengatakan komunikasi adalah proses dimana suatu ide
dialihkan dari sumber kepada satu penerima atau lebih, dengan maksud untuk
mengubah tingkah laku mereka.
Sedangkan
menurut Stoner et. al. (dalam Bangun, 2012) komunikasi adalah proses yang
dipergunakan oleh manusia untuk mencari kesamaan arti melalui transmisi
simbolik.
4. Dimensi-Dimensi Komunikasi
Berikut ini
terdapat beberapa dimensi utama dari proses komunikasi menurut Harlod (1997) :
A. Isi
Ketika dua
orang berbicara, pastilah mereka berbicara tentang sesuatu. Dari proses
tersebut mempunyai suatu isi. Mungkin pembicaraan dua orang itu tentang
tayangan televisi atau tentang hobi mereka. Apabila kita terlibat dalam suatu
percakapan, biasanya isinya mengenai diri kita sendiri. Kita juga dapat melihat
pembagian golongan dalam hal isi, misalnya apakah hal itu merupakan fakta atau
perasaan (emosi).
B. Bising (noise)
Percakapan
ada yang terjadi dengan bising sedangkan yang lain terjadi tanpa bising. Bising
berarti hal-hal yang mengganggu pengiriman informasi. Misalnya saat kita
menelepon seseorang terjadi gangguan sinyal sehingga orang yang kita telepon
tidak dapat dengan jelas mendengar informasi yang kita katakan.
C. Jaringan komunikasi
Kita akan
berfikir percakapan antara dua orang terjadi secara langsung. Tetapi banyak
percakapan antara dua orang yang terjadi terutama di dalam organisasi,
ditengahi oleh orang lain.
D. Arah Komunikasi
Apapun yang
mungkin dikatakan oleg seseorang dengan temannya, sejauh mana gangguan suara
(bising) ikut terlibat, bagaimana pun jaringannya, ada perbedaan cara dalam
penyampaiannya. Apakah orang ini menggunakan komunikasi satu arah yaitu satu
orang berbicara dan lainnya hanya mendengarkan atau menggunakan komunikasi dua
arah yaitu satu orang berbicara dan lainnya membalas berbicara kembali.
5. Definisi Pengaruh
Pengaruh adalah daya yang ada atau
timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak kepercayaan
dan perbuatan seseorang.
Pengaruh adalah suatu keadaan ada
hubungan timbal balik, atau hubungan sebab akibat antara apa yang mempengaruhi
dengan apa yang di pengaruhi. Di sisi lain
pengaruh adalah berupa daya yang bisa memicu sesuatu, menjadikan sesuatu
berubah. Maka jika salah satu yang disebut pengaruh tersebut berubah, maka akan
ada akibat yang ditimbulkannya.
6. Kunci-Kunci
Perubahan Perilaku
Tim ahli WHO (1984), menganalisis
bahwa yang menyebabkan seseorang itu berperilaku ada empat alasan pokok, yaitu
:
a.
Pemikiran dan perasaan
Bentuk pemikiran dan perasaan ini adalah pengetahuan, kepercayaan, sikap dan
lain-lain.
b.
Orang penting sebagai
referensi Apabila seseorang itu penting bagi kita, maka apapun yang ia katakan
dan lakukan cendrung untuk kita contoh. Orang inilah yang dianggap kelompok
referensi seperti : guru, kepala suku dan lain-lain.
c.
Sumber-sumber daya Yang
termasuk adalah fasilitas-fasilitas misalnya : waktu, uang, tenaga kerja,
ketrampilan dan pelayanan. Pengaruh sumber daya terhadap perilaku dapat bersifat
positif maupun negatif.
d.
Kebudayaan Perilaku
normal, kebiasaan, nilai-nilai dan pengadaan sumber daya di dalam suatu
masyarakat akan menghasilkan suatu pola hidup yang disebut kebudayaan. Perilaku
yang normal adalah salah satu aspek dari kebudayaan dan selanjutnya kebudayaan
mempunyai pengaruh yang dalam terhadap perilaku.
7. Bagaimana Mempengaruhi Orang Lain
Beberapa teori dan formulasi tentang
taktik atau teknik memengaruhi telah bermunculan sejak 20 tahun yang lalu
(Kipnis-1980;Schriesheim-1990;Yulk-1992, Ferris-1997). Dari persetuan pendapat
yang ada, boleh dikatakan yang banyak diterapkan dan dimutasikan dalam
penlitian lanjutan adalah metode Influence Behavior Questionanaire(IBQ).
Suatau metode yang dikembangakan oleh penelitiyang bernama Gry
Yukl(1992), profesor di University at Albany, Amerika. Metode IBQ
memformulasikan sembilan strategi dan teknik memengaruhi orang lain.
Rational Persuasion adalah siasat
meyakinkan orang lain dengan menggunakan argumen yang logis dan rasional.
Seorang doker yang memberikan nasihat kepada pasien peroko berat , dengan
menjelaskan efek buruk merokok bagi paru-paru dan hasil penelitian yang
membuktikan bahwa para perokok lebih rentan menderita penyait kronis lain,
adalah salah satu contoh rational persuasion ini.
Inspiration Appeals Tactics adalah
siasat dengan meminta ide atau proposal untuk membangkitkan rasa antusias dan
semangat dari target person. Contohnya nyata penerapannya adalah seorang
menteri yang membawakan departemen komunikasi dan informasi (kominfo), yang
membuka kesempatan kepada seluruh komunitas IT untuk membuat proposal dan ide
tentang penerapan e-goverment di suatu negeri.
Consultation Tactics terjadi ketika
kita meminta target person untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang kita agendakan.
Misalnya adalah menteri kominfo tersebut yang kembali berkonsultasi kepada
seluruh komunitas IT d suatu negeri dalam upaya mengajak partisipasi aktif
dalam implementasi cetak biru e-goverment yang telah diproduksi oleh
departemenya.
Ingratiation
Tactics adalah suatu siasat di mana ia berusaha membuat senang target person,
sebelum mengajukan permintaan yang sebenarnya. Senda gurau seorang salesman
terhadap bawahan sebelum memberikan tugas baru, atapun traktiran makan seorang
patner bisnis adalah termasuk dalam ingratiation tactic ini.
Personal Appeals Tactics terjadi
ketika kita berusaha mempengaruhi target person denganlandasan hubungan
persahabatan, pertemanan atau hal yang bersifat personal lainnya. Kita bisa
mengimlemantasikannya dengan memulai pembicaraan, misalnya dengan , " saya
sebenarnya nggak enak mau ngomong seperti ini, tapi karena kita sudah
bersahabat cukup lama dan saya yakin kamu sudah paham mengenai diri saya
......"
Exchange Tactics adalah mirip dengan
personal appeal tactics, namun sifatnya adalah bukan karena adanya proses
pertukaran pemahaman terhadap kesuksesan, kesenangan, hobi, dan sebagainya
diantara kita dan target person.
Coalition Tactics adalah suatu
siasat di mana kita berkoalisi dan meminta bantuan pihak lain untuk
mempengaruhi target person. Startegi kemenangan karena jumlah pengikut
dipakai dalam siasat ini.
Pressure Tactics terjadi di mana
kita memengaruhi target person dengan peringatan ataupun ancaman yang menekan.
Seorang komandan pasukan yang memberikan ancaman penurunan pangkat bagi
prajurit yang mengulangi kesalahan serupa merupakan contoh implemantasi
pressure tactics ini.
Legitimizing
Tactics adalah satu siasat di mana kitamenggunaan otoritas dan kedudukan kita
untuk memengaruhi target person. Presiden yang meminta seorang mentri untuk
menyusun rancangan undang-undang, kepala sekolah yang meminta guru menyusun
kurikulum pendidikan adalah beberapa contoh
penerapan legitimizing tactics.
8. Wewenang
Pengertian
Wewenang adalah hak yang dimiliki seseorang
atau badan hukum yang dimana dengan hak tersebut seseorang atau badan hukum
dapat memerintah atau menyuruh untuk berbuat sesuatu.
Wewenang
merupakan kekuasaan yang sah. Max
Weber yang dianggap sebagai bapak birokrasi mengungkapkan tiga
macam tipe ideal wewenang, yaitu :
1. Wewenang tradisional
2. Wewenang karismatik
3. Wewenang legal-rasional
Wewenang
Tradisional adalah
wewenang yang dapat dimiliki oleh manusia maupun kelompok manusia. Wewenang ini
dimiliki oleh orang orang yang sudah lama sekali memiliki kekuasaan di dalam
masyarakat. Wewenang ini dimiliki oleh seseorang atau kelompok orang bukan
karena memiliki kemampuan khusus, namun wewenang ini dimiliki karena memiliki
kekuasaan dan wewenang yang telah melembaga bahkan telah menjiwai masyarakat.
Wewenang
Karismatik adalah
wewenang yang tidak diatur oleh kaidah atau aturan, baik yang tradisional
maupun yang rasional. Sifat dari wewenang karismatik cenderung irasional atau
tidak masuk akal. Terkadang karisma tersebut hilang karena masyarakat yang
berubah dan memiliki paham yang berlainan. Namun perubahan inilah menjadi
faktor yang tidak dapat diikuti oleh orang-orang yang memiliki wewenang
karismatik, sehingga dia tertinggal oleh kemajuan dan perkembangan masyarakat.
Wewenang
Legal-Rasional adalah
wewenang yang disandarkan pada sistem atau aturan hukum yang berlaku di dalam
masyarakat. Wewenang inilah yang menjadi basis wewenang pemerintahan. Oleh
karena itu, birokrasi didominasi oleh semangat formalistic-impersonality.
Segala kewenangan yang dimiliki oleh seseorang didasarkan pada hukum yang
berlaku, hal ini diatur juga agar pemilik kewenangan itu tidak berlaku
semena-mena.
KESIMPULAN
Ilmu
Psikologi adalah ilmu tentang jiwa. Ilmu yang mempelajari bahwa psikologis itu
sangat berhubungan dengan ilmu-ilmu lain seperti ilmu manajemen. Dengan
ditemukan dan dikembangkannya ilmu psikologi, diketahui bahwa unsur SDM
ternyata merupakan yang terpenting modal kerja perusahaan manapun.
Pasalnya, ilmu psikologi yg memang
berpusat pada manusia, mampu mengintervensi berbagai faktor internal manusia
seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dan sebagainya. dengan berbagai
macam teknik dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang
setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan.
Referensi:
Ali.
(2011). Memahami Riset Perilaku dan
Sosial. Bandung: CV. Pustaka
Cendekia Utama.
Bangun, W. (2012). Manajemen
Sumber Daya Manusia. Jakarta: Erlangga
Basuki,
Heru. (2008). Psikologi Umum.
Jakarta: Universitas Gunadarma.
Cangara, H. (2005). Pengantar
ilmu komunikasi. Jakarta: Pt Raja Grafindo Persada
Depdikbud.
(2012). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta:
Depdikbud.
Hanafi, Mamduh M. (2011). Manajemen. Edisi Ketiga. Yogyakarta: UPP
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN.
Herujito, Yayat M. (2001). Dasar-Dasar Manajemen. Bogor: PT. Grasindo
Leavitt, Harold. (1997).
Psikologi manajemen. Jakarta: Erlangga
Taliziduhu, Ndraha. (2003). Kybernologi
: Ilmu Pemerintahan Baru. Jakarta: Rineka Cipta

How to make a win at a casino in 2021? - JTM Hub
BalasHapusWinning at a casino in 2021? 과천 출장샵 · Best casinos to win 부산광역 출장샵 · Best casinos to bet on · Best casino sites to gamble · 화성 출장샵 Best 순천 출장마사지 casinos to gamble 수원 출장샵 online · Best