A. Hubungan interpersonal
Hubungan interpersonal adalah dimana ketika kita
berkomunikasi, kita bukan sekedar menyampaikan pesan, tetapi juga menentukan
kadar hubungan interpersonalnya. Jadi ketika kita berkomunikasi kita tidak
hanya menentukan content melainkan juga menentukan relationship. Dari segi
psikologi komunikasi, kita dapat menyatakan bahwa makin baik hubungan
interpersonal, makin terbuka orang untuk mengungkapkan dirinya, makin cermat
persepsinnya tentang orang lain dan persepsi dirinnya, sehingga makin efektif
komunikasi yang berlangsung diantara komunikan.
1. Model Pertukaran Sosial & Analisis Transaksional
Analisis transaksional adalah sistem
terapi yang berlandaskan teori kepribadian yang mengunakan tiga pola tingkah
laku atau perwakilan ego yang terpisah, yaitu orang tua, orang dewasa dan anak.
Ego orang tua adalah bagian kepribadian yang merupakan introyeksi dari orang
tua atau dari subsitut orang tua. Jika ego orang tua itu dialami kembali oleh
kita, maka apa yang dibayangkan oleh kita adalah perasaan-perasaan orang tua
kita dalam suatu situasi, atau kita merasa dan bertindak terhadap orang lain
dengan cara yang sama dengan perasaan dan tindakan orang tua kita terhadap
kita. Ego orang tua berisi perintah-perintah “ harus” dan “ semestinya” . Ego
orang dewasa adalah pengolah data dan informasi yang merupakan bagian objektif
dari kepribadian, juga menjadi bagian dari kepribadian yang mengetahui apa yang
sedang terjadi. Dia tidak emosional dan tidak menghakimi, tetapi menangani
fakta-fakta dan kenyataan eksternal. Berdasarkan informasi yang tersedia, ego
orang dewasa menghasilkan kepecahan yang paling baik bagi masalah tertentu. Ego
anak adalah berisi perasaan-perasaan, dorongan-dorongan, dan tindakan-tindakan
spontan. “anak” yang ada dalam diri kita bisa berupa “anak alamiah”, “profesor
cilik”, atau berupa “ anak yang disesuaikan”. Anak alamiah adalah anak yang
impulsif, tak terlatih, spontan, dan ekspresif. Preofesor cilik adalah kearifan
yang asli dari seseorang anak. Dia memanipulatif dan kreatif. Dia adalah bagian
dari ego anak yang intuitif, bagian yang bermain diatas firasat-firasat.
Anak-anak yang disesuaikan menunjukkan suatu modifikasi dari anak alamiah.
Modifikasi-modifikasi dihasilkan oleh pengalaman-pengalam traumatik, tuntutan
latihan dan ketepatan tentang bagaimana caranya memperoleh belaian.
2. Pembentukan Kesan dan Ketertarikan Interpersonal dalam Memulai
Hubungan
Penyebab ketertarikan, dimulai dari
awal rasa suka hingga cinta berkembang dalam hubungan yang erat meliputi :
1.
Aspek
Kedekatan
2.
Kesamaan
3.
Kesukaan
Timbal Balik
4.
Ketertarikan
Fisik dan Kesukaan
Ketertarikan interpersonal adalah
kecenderungan untuk mengevaluasi individu lain dengan penilaian positif secara
konsisten ada beberapa faktor:
1. DAYA TARIK FISIK
Pada sebagian orang ini faktor yang
tidak adiluntuk dijadikan kriteria bagi seseorang untuk disukai orang lain.
Daya tarik fisik memang berpengaruh menurut penelitian.tetapi kekuatan daya
tarik fisik akan melemah jika yang dicari adalah hubungan jangka panjang.
2. KEDEKATAN
Dekat disini dekat secara fisik atau
lingkungan.
Hal yang membuat kedekatan ini dapat
menjadi ketertarikan karena:
1.
Semakin
dekat tempat, kemungkinan bertemu semakin sering,
2.
Informasi
tentang orang-orang yang berada di sekeliling anda dapat lebih mudah didapat,
3.
Kemungkinan
untuk berinteraksi lebih besar.
Jika anda salah satu yang percaya
bahwa ada seseorang yang menunggu anda di luar sana, bisa saja orang itu ada di
dekat anda.
3. MERASA DEKAT
Salah satu alasan mengapa kedekatan
dapat menciptakan rasa suka karena meningkatkan perasaan familiar. Efek
perasaan familiar menimbulkan ketertarikan adalah fenomena yang sangat umum.
4. KEMIRIPAN
Bahwa orang yang berlawanan
menimbulkan daya tarik. Salah satu alasan mengapa kemiripan dapat menghasilkan
rasa suka karena orang lebih menghargai opini dan pilihan mereka sendiri dan
senang bersama orang yang mengabsahkan pilihannya.
Walaupun demikian, kepribadian yang berlawanan dapat juga menarik jika saling melengkapi (komplementer) terutama dalam hal dominasi (Markey, 2007), orang yang dominan akan lebih menyukai pasangan yang seringnya mengalah dan sebaliknya.
Walaupun demikian, kepribadian yang berlawanan dapat juga menarik jika saling melengkapi (komplementer) terutama dalam hal dominasi (Markey, 2007), orang yang dominan akan lebih menyukai pasangan yang seringnya mengalah dan sebaliknya.
5. SOCIAL REWARD
Seseorang cenderung mengulangi
tingkah lakunya jika mereka mendapatkan penghargaan atau keuntungan.
3. Model
Peran, Konflik & Adequency Peran Serta Autentisitas dalam Hubungan Peran
Model peran
Model peran dalam hubungan
interpersonal di sini di anggap sebagi panggung sandiwara . Di sini semua orang
di minta buat memainkan perannya sesuai dengan naskah yang sudah di buat oleh
masyarakat. Hubungan interpersonal berjalan baik apabila seseorang itu
menjalannkan perannya dengan baik sesuai dengan peran yang di jalankan .
Konflik
Merupakan suatu gejala yang umumnya muncul sebagai akibat dari interaksi manusia dalam hidup bermasyarakat. Konflik akan timbul ketika terjadi persaingan baik individu maupun kelompok. Konflik juga bisa dipicu karena adanya perbedaan pendapat antara komponen-komponen yang ada di dalam masyarakat membuatnya saling mempertahankan ego dan memicu timbulnya pertentangan. Bukan hanya di masyarakat konflik juga bisa terjadi di satuan kelompok masyarakat terkecil, keluarga, seperti konflik antar saudara atau suami-istri.
Merupakan suatu gejala yang umumnya muncul sebagai akibat dari interaksi manusia dalam hidup bermasyarakat. Konflik akan timbul ketika terjadi persaingan baik individu maupun kelompok. Konflik juga bisa dipicu karena adanya perbedaan pendapat antara komponen-komponen yang ada di dalam masyarakat membuatnya saling mempertahankan ego dan memicu timbulnya pertentangan. Bukan hanya di masyarakat konflik juga bisa terjadi di satuan kelompok masyarakat terkecil, keluarga, seperti konflik antar saudara atau suami-istri.
Adequancy Peran dan Serta
Autentisitas dalam Hubungan Peran
Kecukupan perilaku yang diharapkan
pada seseorang sesuai dengan posisi sosial yang diberikan baik secara formal
maupun secara informal. Peran didasarkan pada preskripsi ( ketentuan ) dan
harapan peran yang menerangkan apa yang individu-individu harus lakukan dalam
suatu situasi tertentu agar dapat memenuhi harapan-harapan mereka sendiri atau
harapan orang lain menyangkut peran-peran tersebut.
4.
Intimasi & Hubungan Pribadi
Kebutuhan intimacy merupakan suatu
kebutuhan akan hubungan dengan orang lain dan merupakan kebutuhan terdalam pada
diri setiap manusia untuk mengetahui seseorang secara lebih dekat, seperti
merasa dihargai, diperhatikan, saling bertukar pendapat,keinginan untuk selalu
berbagi dan menerima serta perasaan saling memiliki sehingga terjalin
keterikatan yang semakin kuat dan erat.
B. Cinta dan Perkawinan
Menurut saya, banyak contoh dari
perkawinan yang sehat dan perannya terhadap kesehatan mental. Namun saya
memberi satu contoh, Habibie dan Ainun. Seperti yang pernah habibie bilang
dalam puisinya (walau banyak kontroversi dalam puisinya, ada yang bilang itu
puisi habibie dan ada yang bilang bukan) namun kita lihat saja sisi positif
puisinya.
“Sebenarnya ini bukan tentang
kematianmu, bukan itu. Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi
tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini
adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu. Tapi yang membuatku
tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat
memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu
membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan
tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi. Kau tahu sayang, rasanya seperti
angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang. Pada airmata yang jatuh
kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau
ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada. Aku bukan hendak megeluh, tapi
rasanya terlalu sebentar kau disini. Mereka mengira aku lah kekasih yang baik
bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih
yang baik. Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,
tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta,
sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan
kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.Selamat
jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku,Selamat jalan, calon bidadari
surgaku ....B.J. Habibie”
Terharu bukan?
Laki-laki adalah jiwanya mendua,
namun wanita mengarkankan kesetiaan sehingga laki-laki menjadi setia. Jika
wanita mengajarkan cinta maka kesehatan mentalnya pun akan baik.
Banyak yang tersurat dalam puisi
itu, bagaimana cinta dan perkawinan yang baik akan mempengaruhi kesehatan
mentalnya.
III. Pekerjaan Dan Waktu Luang
1. Karakteristik pribadi dan karakteristik dalam memilih pekerjaan yang
cocok
Menurut sebagian teman, saya ini
cuek. Ya, saya super duper cuek kata orang tua saya. Namun saya tidak merasa,
namun terkadang sangat merasa bahwa memang saya cuek.
Saya adalah pribadi yang penasaran,
selalu berfikir bagaimana caranya memecahkan suatu hal yang saya kurang
mengerti. Jika saya di hadapkan hal yang tidak saya tau, saya akan selalu
berfikir untuk memecahkannya, selagi masih dalam mood yang baik.
Saya pernah berfikir untuk jadi psikolog atau psikiater,
karena saya ingin membantu orang-orang yang mengalami masalah dalam
psikolognya.
2. Menceritakan menghabiskan waktu
luang secara positif.
Biasanya saya menghabiskan wktu luang saya untuk membaca.
Membaca apapun itu yang terpenting itu menarik buat saya.
Daftar
Pustaka :
http://21juli1991.blogspot.com/2013/05/hubungan-interpersonal.html
Ilham Pratama
15514184
2PA19
Tidak ada komentar:
Posting Komentar