Teori Kepribadian Sehat
1.. Aliran Humanistik
Psikologi
humanistic mulai di Amerika Serikat pada tahun 1950 dan terus berkembang.
Humanistik adalah paham yang mengutamakan manusi asebagai makhluk keseluruhan.
Mereka tidak setuju dengan pendekatan-pendekatan lain yang memandang manusia
hanya dari salah satu aspek saja, apakah itu hanya dari persepsinya (gestalt),
refleksnya (behviorisme), kesadarannya (kognitif) , maupun alam
ketidaksadarannya saja (psikoanalisis). Manusia harus dilihat sebagai totalitas
yang unik yang mengandung semua aspek dalam dirinya dan selalu berproses untuk
menjadi dirinya sendiri (aktulisasi diri).
Tugas
psikologi menurut paham ini adalah mendorong potensi-potensi yang baik pada
diri seseorang dalam proses aktualisasi dirinya. Karena manusia itu unik, maka
penangannya dalam psikoterapi juga harus unik.
Dua tokoh
dari aliran ini adalah Carl Rogers (1902-1987) yang mengembangkan teknik
Non-directive psychotherapy, dan Abraham Maslow (1908-1970).
Ada empat cirri psikologi yang
berorientasi humanistic, yaitu ;
a. memusatkan perhatian pada person
yang mengalami, dan karenanya berfokus pada pengalaman sebagai fenomena primer
dalam mempelajari manusia.
b. member tekanan pada
kualitas-kualitas yang khas manusia, seperti kreativitas, akltualisasi
diri, sebagai lawan pandangan tentang manusia yang mekanistis dan
reduksionistis.
c. menyadarkan diri pada
perkembangan dalam memilih masalah-masalah yang akan dipelajari dan
prosedur-prosedur penelitian yang akan digunakan.
d. memebrikan perhatian penuh dan
meletakkan nilai yang tinggi pada kemuliaan dan martabat manusia serta tertarik
pada perkembangan potensi yang inheren pada setiap individu.
2. Pendapat Allport
Menurut
Allport, individu-individu yang sehat dikatakan mempunyai fungsi yang baik pada
tingkat rasional dan sadar. Kepribadian yang matang tidak dikontrol oleh
trauma-trauma dan konflik-konflik masa kanak-kanak. Dimana orang-orang yang
neurotis terikat dan terjalin erat pada pengalaman-pengalaman masa kanak-kanak,
berbeda dengan orang-orang yang sehat yang bebas dari paksaan-paksaan masa
lampau. Pandangan orang sehat adalah ke depan, kepada peristiwa-peristiwa
kontemporer dan peristiwa-peristiwa yang akan datang, dan tidak mundur kembali
kepada peristiwa-peristiwa masa kanak-kanak. Segi pandangan yang sehat ini
memberi jauh lebih banyak kebebasan dalam memilih dan bertindak. Orang yang
matang dan sehat juga akan terus menerus membutuhkan motif-motif kekuatan dan
daya hidup yang cukup untuk menghabiskan energi-energinya. Pada tahap
perkembangan manapun, setiap individu harus menemukan minat-minat dan
impian-impian baru. Energi tersebut harus diarahkan pada setiap tahap agar
mencapai suatu kepribadian yang sehat. Dorongan yang bersifat konstruktif
adalah sangat penting bagi orang-orang yang sehat secara psikologis.
Tujuh kriteria kematangan ini
merupakan pandangan-pandangan Allport tentang sifat-sifat khusus dari
kepribadian sehat.
1. Perluasan Perasaan Diri
Orang harus
meluaskan diri ke dalam aktivitas. Semakin seseorang terlibat sepenuhnya dengan
berbagai aktivitas atau orang atau ide, maka semakin juga dia akan sehat secara
psikologis. Perasaan partisipasi otentik ini berlaku bagi pekerjaan kita,
hubungan dengan keluarga dan teman-teman, kegemaran, dan keanggotaan kita dalam
politik dan agama.
2. Hubungan Diri yang Hangat dengan
Orang-orang Lain
Orang yang
sehat secara psikologis mampu memperlihatkan keintiman (cinta) terhadap
orangtua, anak, partner, teman akrab.
3. Keamanan Emosional
Sifat dari
kepribadian yang sehat ini meliputi beberapa kualitas; kualitas utama adalah
penerimaan diri. Kepribadian-kepribadian yang sehat mempu menerima semua segi
dari ada mereka, termasuk kelemahan-kelemahan dan kekurangan-kekuarangan tanpa
menyerah secara pasif pada kelemahan-kelemahan tersebut.
4. Persepsi Realistis
Orang-orang
yang sehat memandang dunia mereka secara objektif. Sebaliknya orang yang
neurotis kerapkali harus mengubah realitas supaya membuatnya sesuai dengan
keinginan-keinginan, kebutuhan-kebutuhan, dan ketakutan-ketakutan mereka
sendiri.
5. Keterampilan-keterampilan dan
Tugas-tugas
Allport
menekankan pentingnya pekerjaan dan perlunya menenggelamkan diri sendiri di
dalamnya. Keberhasilan dalam pekerjaan menunjukkan perkembangan
keterampilan-keterampilan dan bakat-bakat tertentu suatu tingkat kemampuan.
6. Pemahaman Diri
Pengenalan
diri yang memadai menuntut pemahaman tentang hubungan/perbedaan antara gambaran
tentang diri yang dimiliki seseorang dengan dirinya menurut keadaan yang
sesungguhnya.
7. Filsafat Hidup yang Mempersatukan
Allport
menyebut dorongan yng mempersatukan ini “arah” (directness). Arah ini
membimbing semua segi kehidupan seseorang menuju suatu tujuan atau rangkaian
tujuan) serta memberikan orang itu suatu alasan untuk hidup. Tanpa tujuan kita
mungkin akan mengalami masalah-masalah kepribadian. Mustahil memiliki suatu
kepribadian yang sehat tanpa aspirasi-aspirasi dan arah ke masa depan.
3. Pendapat Carl R. Rogers
A. Perkembangan Kepribadian Sehat
Menurut
Allport, individu-individu yang sehat dikatakan mempunyai fungsi yang baik pada
tingkat rasional dan sadar. Kepribadian yang matang tidak dikontrol oleh
trauma-trauma dan konflik-konflik masa kanak-kanak. Dimana orang-orang yang
neurotis terikat dan terjalin erat pada pengalaman-pengalaman masa kanak-kanak,
berbeda dengan orang-orang yang sehat yang bebas dari paksaan-paksaan masa
lampau. Pandangan orang sehat adalah ke depan, kepada peristiwa-peristiwa
kontemporer dan peristiwa-peristiwa yang akan datang, dan tidak mundur kembali
kepada peristiwa-peristiwa masa kanak-kanak. Segi pandangan yang sehat ini
memberi jauh lebih banyak kebebasan dalam memilih dan bertindak. Orang yang
matang dan sehat juga akan terus menerus membutuhkan motif-motif kekuatan dan
daya hidup yang cukup untuk menghabiskan energi-energinya. Pada tahap
perkembangan manapun, setiap individu harus menemukan minat-minat dan
impian-impian baru. Energi tersebut harus diarahkan pada setiap tahap agar
mencapai suatu kepribadian yang sehat. Dorongan yang bersifat konstruktif
adalah sangat penting bagi orang-orang yang sehat secara psikologis.
Tujuh kriteria kematangan ini
merupakan pandangan-pandangan Allport tentang sifat-sifat khusus dari
kepribadian sehat.
1. Perluasan Perasaan Diri
Orang harus
meluaskan diri ke dalam aktivitas. Semakin seseorang terlibat sepenuhnya dengan
berbagai aktivitas atau orang atau ide, maka semakin juga dia akan sehat secara
psikologis. Perasaan partisipasi otentik ini berlaku bagi pekerjaan kita,
hubungan dengan keluarga dan teman-teman, kegemaran, dan keanggotaan kita dalam
politik dan agama.
2. Hubungan Diri yang Hangat dengan
Orang-orang Lain
Orang yang
sehat secara psikologis mampu memperlihatkan keintiman (cinta) terhadap
orangtua, anak, partner, teman akrab.
3. Keamanan Emosional
Sifat dari
kepribadian yang sehat ini meliputi beberapa kualitas; kualitas utama adalah
penerimaan diri. Kepribadian-kepribadian yang sehat mempu menerima semua segi
dari ada mereka, termasuk kelemahan-kelemahan dan kekurangan-kekuarangan tanpa
menyerah secara pasif pada kelemahan-kelemahan tersebut.
4. Persepsi Realistis
Orang-orang
yang sehat memandang dunia mereka secara objektif. Sebaliknya orang yang
neurotis kerapkali harus mengubah realitas supaya membuatnya sesuai dengan keinginan-keinginan,
kebutuhan-kebutuhan, dan ketakutan-ketakutan mereka sendiri.
5. Keterampilan-keterampilan dan
Tugas-tugas
Allport
menekankan pentingnya pekerjaan dan perlunya menenggelamkan diri sendiri di
dalamnya. Keberhasilan dalam pekerjaan menunjukkan perkembangan
keterampilan-keterampilan dan bakat-bakat tertentu suatu tingkat kemampuan.
6. Pemahaman Diri
Pengenalan
diri yang memadai menuntut pemahaman tentang hubungan/perbedaan antara gambaran
tentang diri yang dimiliki seseorang dengan dirinya menurut keadaan yang
sesungguhnya.
7. Filsafat Hidup yang Mempersatukan
Allport
menyebut dorongan yng mempersatukan ini “arah” (directness). Arah ini
membimbing semua segi kehidupan seseorang menuju suatu tujuan atau rangkaian
tujuan) serta memberikan orang itu suatu alasan untuk hidup. Tanpa tujuan kita
mungkin akan mengalami masalah-masalah kepribadian. Mustahil memiliki suatu
kepribadian yang sehat tanpa aspirasi-aspirasi dan arah ke masa depan.
Self merupakan bagian medan fenomena yang terdiri dari
pola-pola pengamatan dan penilaian sadar dari pada “I” atau “me”.
Self mempunyai macam-macam sifat:
- Self berkembang dari interaksi organisme dengan lingkunganya.
- Self mungkin menginteraksi nilai-nilai orang lain dan mengamatinya dlm cara (bentuk) yang tidak wajar
- Self mengejar (mengingingkan ) consistency (keutuhan / kesatuan, keselarasan)
- Organisme bertingkah laku dlm cara yg selaras (consistent) dengan Self.
- Pengalaman-pengalaman yang tak selaras dengan struktur self diamati sebagai ancaman.
- Self mungkin berubah sebagai hasil dari pengamatan (maturation) dan belajar.
B.
Peranan positive pembentukan kepribadian individu
Dalam
self concept mencangkup gambaran siapa dirinya, siapa seharusnya dirinya, dan
siapa kemungkinan dirinya. Kesadaran memiliki konsep diri kemudian
mengembangkan positif regard: kebutuhan diri agar di terima baik, di cintai dan
di akui di lingkungan. Positive regard dari ide akan memuaskan bayi, sebalinya
tanpa positif ragard itu bayi menjadi frustasi dan menarik diri.
C.
Ciri orang Berfungsi Sepenuhnya
Pribadi yang berfungsi utuh menurut
Rogers adalah individu yang memakai kapasitas dan bakatnya, merealisasi
potensinya, dan bergerak menuju pemahaman yang lengkap mengenai dirinya sendiri
dan seluruh rentang pengalamannya.
Rogers menggambarkan 5 ciri
kepribadian yang berfungsi sepenuhnya sebagai berikut :
·
terbuka
untuk mengalami dan mampu mendengar dirinya sendiri (openess to experience).
·
hidup
menjadi berkembang (existential living).
·
Keyakinan
organismik, mengerjakan apa yg dirasanya benar (organismic trusting).
·
Pengalaman
kebebasan (experiental freedom).
·
kreativitas
(creativity)
F. Pendapat Abraham Malow
Maslow
menyusun teori motivasi manusia, dimana variasi kebutuhan manusia dipandang
tersusun dalam bentuk hirarki atau berjenjang.
Dalam
mencapai kepuasan kebutuhan, seseorang harus berjenjang, tidak perduli seberapa
tinggi jenjang yang sudah dilewati, kalau jenjang dibawah mengalami
ketidakpuasan atau tingkat kepuasannya masih sangat kecil, dia akan kembali ke
jenjang yang tak terpuaskan itu sampai memperoleh tingkat kepuasan yang
dikehendaki.
Teori
Hierarki Motivasinya meliputi :
1.
kebutuhan-kebutuhan fisiologis (the physiological needs)
Umumnya
kebutuhan fisiologis bersifat neostatik (usaha menjaga keseimbangan unsur-unsur
fisik) seperti makan, minum, gula, garam, protein, serta kebutuhan istirahat dan
seks.
2.
kebutuhan-kebutuhan rasa aman (the safety needs)
Sesudah
kebutuhan keamanan fisiologis secukupnya, muncul kebutuhan keamanan,
stabilitas, proteksi, struktur hukum, keteraturan, batas, kebebasan dari rasa
takut dan cemas.
3. kebutuhan
rasa cinta dan memiliki (the love and belongingness needs)
Orang sangat
peka dengan kesendirian, pengasingan, ditolak lingkungan, dan kehilangan
sahabat atau kehilangan cinta. Kebutuhan dimiliki ini terus penting sepanjang
hidup.
4. Kebutuhan
akan penghargaan (the self-esteem needs)
Ada dua
jenis harga diri : 1. Menghargai diri sendiri (self respect) : kebutuhan
kekuatan, penguasaan, kompetensi, prestasi, kepercayaan diri, kemandirian, dan
kebebasan. 2. Mendapat penghargaan dari orang lain (respect from other) : kebutuhan
prestise, penghargaan dari orang lain, status, ketenaran, dominasi, menjadi
orang penting, kehormatan, diterima dan apresiasi. Orang membutuhkan
pengetahuan bahwa dirinya dikenal dengan baik dan dinilai dengan baik oleh
orang lain.
5. Kebutuhan
akan aktualisasi diri (the self-actualization needs)
Aktualisasi
diri adalah keinginan untuk memperoleh kepuasan dengan dirinya sendiri (Self
fullfilment), untuk menyadari semua potensi dirinya, untuk menjadi apa saja
yang dia dapat melakukannya, dan untuk menjadi kreatif dan bebas mencapai
puncak prestasi potensinya.
Hirarki Kebutuhan Maslow
- Kebutuhan-kebutuhan Fisologis atau Biologis.
Yang mendasar pada teori Maslow adalah pendapatnya
tentang kebutuhan fisiologis atau yang biasa disebut dengan kebutuhan biologis.
Diman kebutuhan ini adalah kebutuhan yang paling kuat dan paling jelas diantara
kebutuhan-kebutuhan yang lainnya, yaitu kebutuhan mempertahankan hidupnya
secara fisik diantaranya adalah: kebutuhan akan makan, minum, tempat tidur,
seks dan oksigen.
Maslow mengatakan seseorang yang belum terpenuhi
kebutuhan dasarnya, maka ia akan terlebih dulu memburu kebutuhan dasarnya itu
sebelum beranjak kepada kebutuhan lainnya.
2. Kebutuhan akan Rasa Aman
Setelah kebuthan-kebutuhan fisiologis dapat terpenuhi,
maka akan muncul kebutuhan baru yang oleh Maslow disebut dengan kebutuhan akan
rasa aman. Karena kebutuhan rasa aman biasanya terpuaskan pada orang dewasa
yang normal dan sehat, maka cara yang terbaik untuk mengetahui kebutuhan
tersebut adalah dengan mengamati tingkah laku orang dewasa yang mengalami
gangguan (neurotic). Maslow mengatakan bahwa orang dewasa yang tidak aman
(neurotic), maka ia akan bertingkah laku seperti anak-anak yang tidak aman, ia
akan merasa dalam keadaan terancam, disamping itu ia akan bertindak seakan-akan
dalam keadaan darurat.
3. Kebutuhan akan rasa cinta kasih
Cinta, sebagaimana kata itu digunakan oleh Maslow,
tidak boleh dikacaukan dengan seks, yang dapat dipadankan dengan sebagai
kebutuhan fisiologi semata. Ia mengatakan bahwa “tingkah laku seksual
ditentukan oleh banyak kebutuhan, bukan hanya kebutuhan seksual melaikan oleh
kebutuhan lain, yang utama diantaranya adalah kebutuhan akan cinta dan kasih
saying. Maslow menyukai rumusan yang dikemukakan oleh Carl Roges tentang cinta,
yaitu “keadaan dimengerti secara mendalam dan diterima dengan dengan sepenuh
hati.
Disamping itu Maslow juga berpendapat bahwa,
kecendrungan Freudian menggap cinta berasal dari seks merupakan kesalahan
serius. Maslow juga merasa heran mengapa psikologi hanya membahsa sedikit saja
tentang cinta, Maslow juga mengemukakan bahwa tanpa cinta pertumbuhan dan
perkembangan manusia akan terhambat. Bagi Maslow, cinta menyangkut suatu
hubungan sehat dan penuh kasih mesra antara dua orang, termasuk sikap saling
percaya. Dalam hubungan yang sejati tidak akan ada rasa takut, sering kali
cinta akan rusak apabila salah satu pihak merasa takut kalau-kalau kelemahan
dan kesalahan akan terungkap. Maslow mengatakan juga, “kenutuhan akan cinta
meliputi cinta yang memberi dan cinta yang menerima.
4. Kebutuhan akan penghargaan
Maslow menemukan bahwa setiap orang memiliki dua
kategori kebutuhan yakni” harga diri dan penghargaan dari orang lain. Harga
diri meliputi: kebutuhan akan percaya diri, kompetensi, penguasaan, kecukupan
prestasi, ketidak katergantungan dan kebebasan. Sedangkan kebutuhan akan
dihargai oleh orang lain adalah: prestise, pengakuan, penerimaan, perhatian,
kedudukan, nama baik serta penghargaan.
5. Kebutuhan akan aktualisasi diri
“Setiap orang harus berkembang sepenuh kemampuannya”,
itulah yang dikatakan oleh Maslow. Oleh karenanya pemaparan tentang kebutuhan
psikologis untuk menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan oleh Maslow dikatakan
dengan aktualisasi diri. Dimana aktualisasi pada hirarki kebutuhan Maslow
merupakan tingkatan paling tinggi, bagaimana tidak karena setiao orang dapat
mengembangkan dirinya dengan sepenuh kemampuan yang dimilikinya untuk dapat
menjadi manusia seutuhnya.
Maslow juga membrikan cirri yang universal kepada
mereka yang dapat mengaktualisasikan dirinya adalah kemampuan mereka melihat
hidup dengan jernih, melihat hidup apa adanya bukan apa yang mereka inginkan.
Mereka tidak bersikap emosional, justru bersikap objektif terhadap hasil-hasil
pengamatan mereka. Disamping itu cirri lain dari orang teraktualisasikan
dirinya adalah kadar konflik dirinya yang rendah, ia tidak melawan dirinya
sendiri tapi ia lebih bersifat produktif.
Dari hirarki kebutuhan tersebut dapat terlihat bahwa
prioritas pemenuhan kebutuhan sangat ditentukan oleh tingkatan kebutuhan yang
ada. Artinya individu yang sudah terpenuhi kebutuhan fisiologis dasar secara
otomatis akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan di tingkat yang lebih tinggi
dan begitu seterusnya.
2.
Kepribadian sehat menurut Maslow
Maslow berpendapat bahwa seseorang
akan memiliki kepribadian yang sehat, apabila dia telah mampu untuk
mengaktualisasikan dirinya secara penuh (self actualizing person). Dia
mengemukakan teori motivasi bagi self actualizinga-needs person, dengan nama
metamotivation, meta-needs B-motivation, atau being values (kebutuhan untuk
berkembang). Sementara motivasi bagi orang yang tidak mampu mengaktualisasikan
dirinya dinamai D-motivation atau deficiency.Di bawah ini ciri-ciri dari metaneeds dan metapologi
Metanees :Sikap
percaya,Bijak dan baik,Indah (estetis),Kesatuan (menyeluruh),Energik dan
optimis,Pasti,Lengkap,Adil dan altruis,Berani,Sederhana (simple)
Metapologis :tidak
percaya, sinis dan skeptic,benci dan memuakkan,vulgar dan mati
rasa,disintegrasi,kehilangan semangat hidup,pasif dan pesimis,kacau dan tidak
dapat diprediksi,tidak lengkap dan tidak tuntas,suka marah-marah, tidak adil
dan egois,rasa tidak aman dan memerlukan bantuan,sangat komplek dan
membingungkan
Mengenai self-actualizing
person,atau orang yang sehat mentalnya, Maslow mengemukakanciri-cirinya
sebagaiberikut.
1) Mempersepsi
kehidupan atau dunianya sebagaimana apa adanya, dan merasa nyaman dalam
menjalaninya
2) Menerima
dirinya sendiri, orang laindan lingkungannya.
3) Bersikap
spontan, sederhana, alami, bersikap jujr, tidak dibuat-buat dan terbuka.
4) Mempunyai
komitmen atau dedikasi untuk memecahkan masalah di luar dirinya (yang dialami
orang lain).
5) Bersikap
mandiri atau independen.
6) Memiliki
apresiasi yang segar terhadap lingkungan di sekitarnya
7) Mencapai
puncak pengalaman, yaitu suatu keadaan dimana seseorang mengalami kegembiraan
yang luar biasa. Pengalaman ini cenderung lebih bersifat mistik atau keagamaan
8) Memiliki
minat social, simpati, empati dan altruis
9) Sangat
senang menjalin hubungan interpersonal (persahabatan atau persaudaraan) dengan
orang lain
10) Bersikap
demokratis (toleran, tidak rasialis, dan terbuka)
11) Kreatif
(fleksibel, spontan, terbuka dan tidak takut salah).
3. Perbedaan “meta needs dengan” deficiency needs”
- Meta needs Kebutuhan akan aktualisasi diri adalah merupakan payung dari segala kebutuhan, ada 17 metaneeds atau nilai-nilai.Metaneeds tersebut sangat fokus terhadap pengetahuan dan pemahaman.
- Deficiency needs (kebutuhan dasar dari manusia)
4.
Ciri-ciri actualized people
–
Spontanitas, kesederhanaan, kewajaran
–
Berfokus pada masalah.
–
Kebutuhan akan privasi dan independensi
–
Berfungsi secara otonom
–
Apresiasi yang senantiasa segar
5. Pendapat
Erich Fromm
Kebutuhan dasar manusia secara fisiologis adalah rasa lapar, seks dan
keamanan. Kebutuhan-kebutuhan eksistensial telah muncul saat evolusi budaya
manusia, tumbuh dari usaha mereka untuk menemukan jawaban atas keberadaan
mereka dan untuk menghindari ketidakwarasan. Fromm (1955) menyatakan bahwa
“satu perbedaan penting antara manusia yang sehat mental dan manusia neurotic
atau tidak waras adalah bahwa manusia yang sehat secara mental menemukan
jawaban atas keberadaan mereka – jawaban yang lebih sesuai dengan jumlah kebutuhan
manusia”. Dengan kata lain, individu yang sehat lebih mampu menemukan cara
untuk bersatu kembali dengan dunia, dengan secara produktif memenuhi kebutuhan
manusiawi akan keterhubungan, keunggulan, keberakan, kepekaan akan identitas,
dan kerangka orientasi.
Teori Erich fromm adalah teori yang menggunakan
pendekatan sosial psikologis dimana pemusatan perhatianya pada penguraian
cara-cara dimana struktur dan dinamika masyarakat tertentu telah membentuk para
anggotanya sehingga karakter tiap anggota tersebut sesuai dengan hasil yang ada
pada masyarakat.
Kepribadian yg sehat menurut fromm
kepribadian sehat menurut Eric from
adalah penyesuaian diri seseorang dalam masyarakat merupakan kompromi antara
kebutuhan-kebutuahn batin dan tuntutan dari luar dan seseorang menerapkan
kerakter sosial untuk memenuhi harapan masyarakat kepribadian sehat juga adanya
keinginan untuk mencintai dan di cintai
Ciri – ciri kepribadian sehat
–
Cinta yang produktif
cinta yang produktif menyangkut empat sifat yang
menantang perhatian, tanggung jawab, respek dan pengetahuan. Mencintai
orang-orang lain berarti memperhatikan (dalam pengertian memelihara mereka),
sungguh-sungguh memperhatikan kesejahteraan mereka, dan membantu pertumbuhan
dan perkembangan mereka.
–
Pikiran yang produktif
Pikiran yang produktif meliputi kecerdasan,
pertimbangan, dan objektivitas. Pemikir produktif didorong oleh perhatian yang
kuat terhadap objek pikiran. Pemikir yang produktif dipengaruhi olehnya dan
memperhatikannya. Fromm percaya bahwa semua penemuan dan wawasan yang hebat
melibatkan pikiran objektif, dimana pemikir-pemikir didorong oleh ketelitian,
dan perhatian untuk menilai secara objektif seluruh masalah.
–
Kebahagiaan
Kebahagiaan merupakan prestasi (kita) yang paling
hebat.
–
Suara hati
Fromm membedakan dua tipe suara hati otoriter dan
suara hati humanistis.
Daftar Pustaka
Basuki, A.
M. H (2008), Seri Dikrat. Psikologi Umum, Jakarta :Universitas Gunadarma.
Berkenalan dengan aliran-aliran dan
tokoh-tokoh Psikologi. Prof. Dr. Sarlito W. Sarwono.(PT. Bulan Bintang :
Jakarta : 2000)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar