KARENA AKU SEORANG LAKI-LAKI
Aku
adalah seorang laki-laki berusia 19 tahun. Banyak yang bilang bahwa di umur itu
kenakalan seseorang sedang ada di puncaknya dan memang benar. Aku dalam titik
puncak kenakalan, dimana aku merokok, pulang malam, seinginnya sendiri, dan
tidak memperdulikan yang lain terkecuali apa yang aku inginkan.
Percaya
atau tidak, sebenar apapun perkataan seorang anak muda pasti selalu salah di
mata orang yang lebih tua, walaupun perkataan orang yang lebih tua itu salah
dan perkataan anak muda itu benar. Jika kita menyampaikan sesuatu yang memang
benar, pasti selalu salah di mata orang yang lebih tua. How ego’s from adult
people!
Banyak
pengalamanku yang selalu di anggap salah oleh orang tua. Ingin rasanya aku
menyampaikan sesuatu yang sebenarnya, tapi selalu di acuhkan. Apa karena aku
sudah 19 tahun? Apa karena aku di anggap tidak berarti untuk kalian? Apa karena
kebandelanku yang membuat kalian seperti itu?
Aku
hanya ingin menceritakan sebagian kisah hidupku. Kisah yang menceritakan betapa
rapuhnya aku, betapa aku menginginkan sesuatu yang telah lama aku tunggu.
Berkeluh kesah dengan kehidupanku melalui coretan kecil dalam buku hitamku.
Sebuah permintaan yang takkan pernah bisa aku utarakan langsung kepada kalian,
pahlawanku, orang tuaku.
- Cintailah aku sepenuh hatimu
Tahukah
kalian yang paling aku butuhkan adalah kasih sayangmu, bukan perdebatan. Apakah
kalian mengetahui bahwa kalian adalah orang yang paling aku sayangi? Orang yang
selalu aku banggakan di depan teman-temanku? Aku mencintai kalian melebihi
apapun. Namun mengapa aku tidak bisa menunjukan bahwa aku mencintaimu? Singkat,
karena aku laki-laki, tidak tahu bagaimana cara membuat kalian mengerti bahwa
aku mencintai kalian.
- Aku ingin jadi diri sendiri, maka hargailah aku.
Inilah
aku dengan segala kesempurnaan dan ketidaksempurnaanku. Aku ingin menjadi apa
yang aku inginkan. Aku hanya ingin mempunyai sebuah pengalaman dalam hidupku.
- Cobalah mengerti aku.
Jika
menurutmu aku tidak sepeti apa yang kalian harapkan itu karena aku sedang
mencoba menjadi seperti apa yang kalian inginkan dengan caraku. Cobalah
mengerti aku, mengerti sifatku, mengerti egoku, mengerti semua apa yang telah
terjadi padaku. Sekarang aku memang begini adanya, tidak seperti yang kalian
bayangkan terdahulu, namun cobalah mengertiku terlebih dahulu.
- Jangan marahi aku di depan orang banyak.
Aku
memang egoistis, sering membuat kalian marah, membuat kalian jengkel dengan
tingkahku, namun apakah harus aku di marahi di depan orang banyak? Apakah harus
kalian berkoar-koar kepada orang lain tentang keburukanku? Jangan begitu, itu
malah membuat aku semakin down. Cobalah curhat kepada tuhan tentangku.
- Ayah dan Ibu lupa, aku adalah fotokopimu.
Buah
jatuh tidak jauh dari pohonnya bukan? Jika aku nakal, jika aku baik, maka
lihatlah masa mudamu. Kalian pernah muda jugakan? Pernah merasakan bagaimana
transisi masa pubertas? Atau masa remaja? Masa dimana nakal-nakalnya seseorang
ingin mengerti dunia luar? Aku sedang mengalaminya sekarang, maka sekali lagi,
mengertilah akan keadaanku.
- Jangan bandingkan aku dengan kakak atau adikku ataupun orang lain.
Jangan
pernah bandingkan aku dengan yang lainnya, aku ya aku, dia ya dia, kita
berbeda! Setiap orang berbeda dalam menjalani kehidupan masing-masing, memiliki
altar kehidupan yang berbeda. Jika kalian melihat anak lain yang menurut kalian
lebih baik, maka ya sudah, jangan di bandingkan denganku. Setiap orang punya
waktu sendiri untuk berhasil.
- Biarkanlah aku mencoba, lalu beritahu jika aku salah.
Biarkan
aku mandiri dalam kehidupanku, namun aku masih membutuhkanmu dalam nasehatku.
Setiap orang memiliki kesempatan untuk mencoba begitupun denganku. Biarkanlah
aku mencoba melihat hidupku, namun ada saatnya kalian memberitahuku jika aku
salah.
- Jangan ungkit-ungkit lagi kesalahanku.
Aku
memang selalu melakukan kesalahan yang sama, namun mengerti dan pahami sifatku.
Ini yang selalu terjadi dalam kehidupan kita bukan? Aku paling malas jika
kalian mengungkit kesalahanku, memang salahku melakukan itu lagi, lagi. Namun
berilah inovasi agar aku tidak melakukan kesalahan itu, bukan terus-terusan
mengungkitnya.
9. Jangan
memarahiku dengan mengatakan hal-hal buruk terhadapku.
Bukankah
setiap ucapanmu adalah doa bagiku? Maka bicaralah yang positif terhadapku
walaupun aku melakukan kesalahan, jangan marahi aku, namun berilah nasihat
padaku. Berilah sesuatu yang bermanfaat padaku jika aku melakukan suatu
tindakan yang salah. Tenang saja, di balik sikapku, aku selalu merenungi setiap
nasehat yang kalian berikan padaku.
- Pahamilah cara belajarku.
Jika
aku tidak ingin belajar, bukan berarti aku malas. Aku mengerti kapan waktu yang
tepat untuk diriku belajar. Setiap hari belajar bukanlah waktu yang tepat,
komputer aja butuh refresh, begitupun otak manusia. Aku juga butuh hiburan
untuk memanjakan otakku dari segala kepenatan membaca buku dan memahami
sesuatu. Aku tidak pernah masuk sekolah negeri bukan karena aku bodoh, namun
itu adalah suatu ketidakmampuan. Aku akan membuktikan padamu, Sekolah swastapun
bisa sukses, tidak hanya negeri.
- Aku adalah lading pahala bagimu.
Tahukah
kalian bahwa di setiap doaku adalah nama kalian yang selalu aku sebut pertama
dan paling banyak? Di setiap doaku aku selalu mendoakan kalian, semoga tuhan
mengampuni dosa kalian, di beri keselamatan dan panjang umur, tuhan selalu
menjaga kalian jika aku sedang jauh dari kalian, selalu di berikan kemudahan bagi
kalian, dan selalu di murahkan rezeki-Nya kepada kalian. Doa yang selalu aku
niatkan dari dulu dan tidak pernah kalian ketahui bukan?
- Aku mencintaimu Ayah, Ibunda.
Aku
hanya ingin mengatakan bahwa aku mencintai kalian, just the way you are. No
matter about people thinking about you, I just know that you are my strength,
you are my inspiration. Once again, I just want to you know that I love you.
Maybe I can’t be perfect. Because I’m a man.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar