Rabu, 11 Januari 2017

KARENA AKU SEORANG LAKI-LAKI

KARENA AKU SEORANG LAKI-LAKI
Aku adalah seorang laki-laki berusia 19 tahun. Banyak yang bilang bahwa di umur itu kenakalan seseorang sedang ada di puncaknya dan memang benar. Aku dalam titik puncak kenakalan, dimana aku merokok, pulang malam, seinginnya sendiri, dan tidak memperdulikan yang lain terkecuali apa yang aku inginkan.
Percaya atau tidak, sebenar apapun perkataan seorang anak muda pasti selalu salah di mata orang yang lebih tua, walaupun perkataan orang yang lebih tua itu salah dan perkataan anak muda itu benar. Jika kita menyampaikan sesuatu yang memang benar, pasti selalu salah di mata orang yang lebih tua. How ego’s from adult people!
Banyak pengalamanku yang selalu di anggap salah oleh orang tua. Ingin rasanya aku menyampaikan sesuatu yang sebenarnya, tapi selalu di acuhkan. Apa karena aku sudah 19 tahun? Apa karena aku di anggap tidak berarti untuk kalian? Apa karena kebandelanku yang membuat kalian seperti itu?
Aku hanya ingin menceritakan sebagian kisah hidupku. Kisah yang menceritakan betapa rapuhnya aku, betapa aku menginginkan sesuatu yang telah lama aku tunggu. Berkeluh kesah dengan kehidupanku melalui coretan kecil dalam buku hitamku. Sebuah permintaan yang takkan pernah bisa aku utarakan langsung kepada kalian, pahlawanku, orang tuaku.

  •       Cintailah aku sepenuh hatimu
Tahukah kalian yang paling aku butuhkan adalah kasih sayangmu, bukan perdebatan. Apakah kalian mengetahui bahwa kalian adalah orang yang paling aku sayangi? Orang yang selalu aku banggakan di depan teman-temanku? Aku mencintai kalian melebihi apapun. Namun mengapa aku tidak bisa menunjukan bahwa aku mencintaimu? Singkat, karena aku laki-laki, tidak tahu bagaimana cara membuat kalian mengerti bahwa aku mencintai kalian.

  • Aku ingin jadi diri sendiri, maka hargailah aku.
Inilah aku dengan segala kesempurnaan dan ketidaksempurnaanku. Aku ingin menjadi apa yang aku inginkan. Aku hanya ingin mempunyai sebuah pengalaman dalam hidupku.



  • Cobalah mengerti aku.
Jika menurutmu aku tidak sepeti apa yang kalian harapkan itu karena aku sedang mencoba menjadi seperti apa yang kalian inginkan dengan caraku. Cobalah mengerti aku, mengerti sifatku, mengerti egoku, mengerti semua apa yang telah terjadi padaku. Sekarang aku memang begini adanya, tidak seperti yang kalian bayangkan terdahulu, namun cobalah mengertiku terlebih dahulu.

  • Jangan marahi aku di depan orang banyak.
Aku memang egoistis, sering membuat kalian marah, membuat kalian jengkel dengan tingkahku, namun apakah harus aku di marahi di depan orang banyak? Apakah harus kalian berkoar-koar kepada orang lain tentang keburukanku? Jangan begitu, itu malah membuat aku semakin down. Cobalah curhat kepada tuhan tentangku.

  • Ayah dan Ibu lupa, aku adalah fotokopimu.
Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya bukan? Jika aku nakal, jika aku baik, maka lihatlah masa mudamu. Kalian pernah muda jugakan? Pernah merasakan bagaimana transisi masa pubertas? Atau masa remaja? Masa dimana nakal-nakalnya seseorang ingin mengerti dunia luar? Aku sedang mengalaminya sekarang, maka sekali lagi, mengertilah akan keadaanku.

  • Jangan bandingkan aku dengan kakak atau adikku ataupun orang lain.
Jangan pernah bandingkan aku dengan yang lainnya, aku ya aku, dia ya dia, kita berbeda! Setiap orang berbeda dalam menjalani kehidupan masing-masing, memiliki altar kehidupan yang berbeda. Jika kalian melihat anak lain yang menurut kalian lebih baik, maka ya sudah, jangan di bandingkan denganku. Setiap orang punya waktu sendiri untuk berhasil.

  •   Biarkanlah aku mencoba, lalu beritahu jika aku salah.
Biarkan aku mandiri dalam kehidupanku, namun aku masih membutuhkanmu dalam nasehatku. Setiap orang memiliki kesempatan untuk mencoba begitupun denganku. Biarkanlah aku mencoba melihat hidupku, namun ada saatnya kalian memberitahuku jika aku salah.

  • Jangan ungkit-ungkit lagi kesalahanku.
Aku memang selalu melakukan kesalahan yang sama, namun mengerti dan pahami sifatku. Ini yang selalu terjadi dalam kehidupan kita bukan? Aku paling malas jika kalian mengungkit kesalahanku, memang salahku melakukan itu lagi, lagi. Namun berilah inovasi agar aku tidak melakukan kesalahan itu, bukan terus-terusan mengungkitnya.
9.      Jangan memarahiku dengan mengatakan hal-hal buruk terhadapku.
Bukankah setiap ucapanmu adalah doa bagiku? Maka bicaralah yang positif terhadapku walaupun aku melakukan kesalahan, jangan marahi aku, namun berilah nasihat padaku. Berilah sesuatu yang bermanfaat padaku jika aku melakukan suatu tindakan yang salah. Tenang saja, di balik sikapku, aku selalu merenungi setiap nasehat yang kalian berikan padaku.

  • Pahamilah cara belajarku.
Jika aku tidak ingin belajar, bukan berarti aku malas. Aku mengerti kapan waktu yang tepat untuk diriku belajar. Setiap hari belajar bukanlah waktu yang tepat, komputer aja butuh refresh, begitupun otak manusia. Aku juga butuh hiburan untuk memanjakan otakku dari segala kepenatan membaca buku dan memahami sesuatu. Aku tidak pernah masuk sekolah negeri bukan karena aku bodoh, namun itu adalah suatu ketidakmampuan. Aku akan membuktikan padamu, Sekolah swastapun bisa sukses, tidak hanya negeri.

  • Aku adalah lading pahala bagimu.
Tahukah kalian bahwa di setiap doaku adalah nama kalian yang selalu aku sebut pertama dan paling banyak? Di setiap doaku aku selalu mendoakan kalian, semoga tuhan mengampuni dosa kalian, di beri keselamatan dan panjang umur, tuhan selalu menjaga kalian jika aku sedang jauh dari kalian, selalu di berikan kemudahan bagi kalian, dan selalu di murahkan rezeki-Nya kepada kalian. Doa yang selalu aku niatkan dari dulu dan tidak pernah kalian ketahui bukan?

  • Aku mencintaimu Ayah, Ibunda.
Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku mencintai kalian, just the way you are. No matter about people thinking about you, I just know that you are my strength, you are my inspiration. Once again, I just want to you know that I love you. Maybe I can’t be perfect. Because I’m a man.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar