Nama : Ilham Pratama
Krishnaaji
NPM : 15514184
Kelas : 1PA15
Syarat untuk memenuhi
tugas ilmu budaya dasar I
ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR
(Pengantar
Ilmu Sosial Budaya Dasar)
BAB
I
PENDAHULUAN
1) Latar
Belakang Masalah
Ilmu
sosial budaya dasar adalah suatu rangkaian pengetahuan mengenai aspek – aspek
yang paling mendasar dan menonjol yang ada di dalam kehidupan manusia sebagai
makhluk sosial yang memiliki budaya dan permasalahan – permasalahan yang
bersifat ada .
Aspek
lain dari pengantar ilmu sosial budaya dasar merupakan pengenalan teori – teori
ilmu sosial dan kebudayaan sehngga diekspektasikan seseorang dapat memiliki
wawasan keilmuan yang bersifat multidipsliner yang bersangkutan dengan
keagamaan, kesetaraan , dan manusia di dalam kehidupan bersosialisasi.
Secara
umum, ilmu sosial budaya dasar bertujuan untuk mengembangkan kepribadian
manusia sebaga makhluk sosial ( zoon politicon ) dan sebagai makhluk budaya (
homo humanus ), sehingga mampu menghadapi secara kritis dan berwawasan luas
masalah yang mengenai sosial budaya dan permasalahan lingkungan sosial budaya,
serta dapat menyelesaikannya dengan baik, tujuan umum ilmu sosial budaya dasar
ada beberapa yaitu yang pertama pengembangan kepribadian manusia sebagai makhluk
sosial dan makhlik berbudaya, yang kedua kemampuan seseorang menanggapi secara
kritis dan berwawasan luas terhadap permasalahan sosial budaya dan permasalahan
lingkungan sosial budaya, dan yang terakhir ketiga adalah kemampuan di dalam
menyelesaikan secara baik, bijaksana dan obyektif permasalahan – permasalahan
di dalam kehidupan bermasyarakat.
Sehingga
secara umum kita harus memahami konsep – konsep dasar mengenai manusia sebagai
makhluk sosial, dan manusia sebagai makhluk berbudaya memlki daya kritis, wawasan
yang luas terhadap permasalahan lingkungan sosial budaya.
Manusia
sebagai makhluk berbudaya ( homo humanus
) artinya , manusia itu makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang paling
sempurna, karena sejak lahir sudah di bekali dengan unsure akal (ratio), rasa (sense) yang membedakannya dengan makhluk lainnya.
Manusia
sebagai makhluk sosial ( zoon politicon )
artinya , manusia sebagai individu tidak akan mampu hidup sendiri dan
berkrmbang sempurna tanpa hidup bersama dengan individu manusia lainnya. Manusia
harus hidup bermasyarakat saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain
dalam kelompoknya dan juga dengan individu di luar kelompoknya guna
memperjuangkan dan memenuhi kepentingannya.
2) Rumusan
Masalah
Dari
penjelasan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut
:
a. Bagaimana
hakikat, tujuan dan ruang lingkup ilmu sosial budaya dasar ?
b. Bagaimana ilmu sosial budaya dasar di dalam kehidupan
bermasyarakat?
c. Apa
sajakah komponen-komponen ilmu sosial budaya dasar ?
d. Apakah
masalah sosial dan pendekatan ilmu sosial budaya dasar ?
3)
Tujuan Penulisan
Dari
perumusan masalah di atas. Tujuan penulisan makalah ini sebagai berikut :
a. Untuk mengetahui hakikat,
tujuan dan ruang lingkup ilmu sosial budaya dasar
b. Untuk
mengetahui ilmu sosial budaya dasar di dalam kehidupan bermasyarakat
c. Memahami komponen-komponen ilmu sosial budaya dasar
d. Mengetahui masalah sosial dan pendekatan ilmu sosial budaya
dasar
4) Manfaat Penulisan
Manfaat
yang dapat diperoleh dari penulisan makalah ini mencakup beberapa diantaranya
sebagai berikut :
a. Mengerti hakikat, tujuan dan ruang lingkup ilmu sosial
budaya dasar
b. Mengetahui ilmu sosial budaya dasar di dalam kehidupan
bermasyarakat
c. Memahami komponen-komponen ilmu sosial budaya dasar
d. Mengerti akan masalah sosial dan
pendekatan ilmu sosial budaya dasar
BAB II
PEMBAHASAN
1) Hakikat
, Tujuan dan Ruang Lingkup Ilmu Sosial Budaya Dasar
Ilmu
sosial budaya dasar adalah bertujuan untuk mengembangkan kepribadian manusia
sebagai makhluk sosial dan sebagai makhluk budaya yang berwawasan luas dan
kritis serta dapat menyelesaikan sebuah masalah dengan baik , memahami konsep –
konsep dasar tentang manusia sebagai makhluk sosial .
Manusia
sebagai makhluk sosial ( zoon politicon )
artinya , manusia sebagai individu tidak akan mampu hidup sendiri dan
berkrmbang sempurna tanpa hidup bersama dengan individu manusia lainnya.
Manusia harus hidup bermasyarakat saling berhubungan dan berinteraksi satu sama
lain dalam kelompoknya dan juga dengan individu di luar kelompoknya guna
memperjuangkan dan memenuhi kepentingannya.
Manusia
sebagai makhluk berbudaya ( homo humanus
) artinya , manusia itu makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang paling
sempurna, karena sejak lahir sudah di bekali dengan unsure akal (ratio), rasa (sense) yang membedakannya dengan makhluk lainnya. Sebagai makhluk
berbudaya, manusia hanya mampu mengembangkan diri dan budayanya apabila berhubungan
dengan manusia lain.
Berdasarkan
hakikat keilmuan, maka tujaun ilmu sosial budaya dasar sebagai bagian dari
berkehidupan bermasyarakat adalah :
a. Mengembangkan kesadaran mahasiswa
menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman, kesetaraan, dan kemartabatan
manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
b. Menumbuhkan sikap kritis, peka, dan
arif dalam memahami keragaman, kesederajatan, dan kemartabatan manusia dengan
landasan nilai estetika, etika, dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.
c. Memberikan landasan pengetahuan dan
wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal bagi hidup
bermasyarakat, selaku individu dan makhluk sosial yang beradab dalam
memperaktekkan pengetahuan akademik, dan keahliannya serta mampu memberikan
problem solving sosial budaya secara bijaksana.
Ilmu
sosial budaya dasar selalu membantu perkembangan wawasan pemikiran yang lebih
luas dan cirri-cir kepribadian yang diharapkan dari setiap anggota golongan
pelajar Indonesia khususnya berkenan dengan sikap dan tingkah laku serta pola
piker manusia dalam menghadapi manusia lain termasuk pula sikap dan tingkah
laku serta pola piker manusia terhadap manusia yang bersangkutan. Berpangkal
dari tujuan pembelajaran matakuliah ilmu sosial budaya dasr sebagaimana
diungkapkan di atas, maka ada 2 (dua) permasalahan yang dapat dijadikan sebagai
bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup pembahasan, yaitu :
a. Adanya berbaga aspek panda
kenyataan-kenyataan yang bersama-sama merupakan suatu masalah sosial, bias
ditanggapi dengan pendekatan yang berbeda – beda oleh bidang – bidang
pengetahuan keahlian yang berbeda – beda sebagai pendekatan tersendiri maupun
gabungan.
b. Adanya keanekaragaman golongan dan
satuan sosial dalam masyarakat yang masing – masing mempunyai kepentingan
kebutuhan serta pola – pola pemkiran dan pola pola tingkah laku sendiri,
tetapi ada juga persamaan kepentingan kebutuhan serta persamaan dalam pola
pemikiran dan pola tingkah laku yang menyebabkan adanya pertentangan –
pertentangan maupun hubungan – hubungan kesetiakawanan dan kerjasama dalam
masyarakat.
Berdasrkan
ruang lingkup kajian sebagaimana tersebut di atas kiranya masih memerlukan
penjabaran lebih lanjut untuk bias di oprasionalkan ke dalam pokok pembahasan
dan sub pokok bahasan :
a. Mempelajari dan menyadari adanya
berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat
dan kebudayaan.
b. Mempelajari dan menyadari adanya
masalah – maslah individu, keluarga, dan masyarakat.
c. Mengkaji masalah – masalah
kependudukan dan sosialsasi serta menyadari identitasnya sebagai pemuda dan
mahasiswa penerus bangsa dan bernegara.
d. Mempelajari hubungan antara warga
Negara dan Negara.
e. Mempelajari hubugan antara pelapisan
sosial dan persamaan derajat.
f. Mempelajari masalah – masalah yang
dihadapi oleh masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan.
g. Mempelajari dan menyadari adanya
pertentangan – pertentangan sosial bersamaan dengan adanya integrasi
masyarakat.
h. Mempelajari usaha pengembangan ilmu
pengetahuan dan tekhnologi oleh manusia untuk memenfaatkan kemakmuran dan
pengurangan kemiskinan.
2) Ilmu
Sosial Budaya Dasar di Dalam Kehidupan Bermasyarakat
Ilmu
sosial budaya dasar sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat mempunyai tema
pokok sebagaimana dikemukakan oleh Temanggor dkk (2010), yaitu hubungan timbal
balik antara manusia dengan lingkungannya. Dengan wawasan tersebut agar dapat
menghasilkan tiga jens kemampuan secara simultan diantaranya adalah :
a. Kemampuan personal artinya, yaitu
para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan sehingga mampu menunjukkan
sikap, tingkah laku, dan tindakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia,
memahami dan mengenal nilai – nilai keagamaan, kemasyarakatan dan
keanekaragaman, serta memiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap
berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.
b. Kemampuan akademik artinya, yaitu
kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah baik lisan maupun tulisan, menguasai
peralatan analisis maupun berfikir logis, kritis, sistematis, analitis,
memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah
yang di hadapi serta mampu menawarkan alternative pemecahannya.
c. Kemampuan professional artinya,
yaitu kemampuan dalam bidang profesi sesuia keahlian bersangkutan, para ahli
diharapkan memiliki pengetahun dan keterampilan yang tinggi dalam bidang
profesinya.
3) Komponen
Ilmu Sosial Budaya Dasar
Ilmu
sosial budaya dasar sebagai komponen yaitu sebagai proses pembelajaran
dilaksanakan dengan mempertimbangkan guna menjadi penunjang atau penopang
bidang keahlian, sehingga out putnya mampu membentuk mahasiswa yang memiliki
kemampuan professional ( natural science
).
Wawasan,
sikap, dan perilaku melalui ilmu sosial budaya dasar diharapkan mahasiswa yang
mempelajarinya dapat menjadi manusia yang memiliki kemampuan personal,
kemampuan akademik, dan kemampuan professional. Oleh karena itu, para lulusan
akan mampu menjabarkan permasalahan dan mengatasi permasalahan tersebut dengan
kearifan. Dengan demikian maka problematika kemanusiaan dan peradaban manusia
merupakan fakta obyektif yang penting dikenali secara akademik, rasional, bukan
common sense dan sekaligus tetap
menjunjung tinggi pemikiran serta nilai – nilai luhur tradisi yang member
kebijaksanaan.
4) Masalah
Sosial dan Pendekatan Ilmu Sosial Budaya Dasar
Kehidupan
manusia sebagai makhluk sosial selama dihadapkan kepada masalah sosial yang tak
dapat dipisahkan dalam kehidupan. Masalah sosial ini timbul sebagai akibat dan
hubungannya dengan sesama manusia lainnya dan akibat tingkah lakunya. Masalah
sosial ini tidaklah sama antara masyarakat yang satu dengan masyarakat lainnya
karena adanya perbedaan dalam tingkat perkrmbangan kebudayaannya, sifat kependudukannya,
dan keadaan lingkungan alamnya.
Disiplin
– disiplin ilmu pengetahuan yang tergolong ke dalam ilmu sosial telah
mempelajari hakikat masyarakat dengan perspektif yang berbeda – beda, maka
terhadap keanekaragaman dalam melihat dan mempelajarinya. Masalah – masalah
sosial merupakan hambatan dalam usaha untuk mencapai sesuatu yang diinginkan.
Pemecahannya menggunakan cara yang diketahuinya dan yang berlaku, tetapi
aplikasinya menghadapi kenyataan, hal yang biasanya berlaku telah berubah, atau
terhambat pelaksanaanya. Masalah – masalah tersebut dapat terwujud sebagai
masalah sosial, masalah moral, masalah politik, masalah ekonomi, masalah agama,
atau masalah – masalah lainnya.
Yang
membedakan masalah sosial dengan masalah lainnya adalah bahwa masalah sosial
selalu ada kaitannya yang dekat dengan nilai – nilai moral dan pranata –
pranata sosial, serta ada kaitannya dengan hubungan – hubungan manusia itu
terwujud ( nisbet, 1961 ). Pengertian masalah sosial memiliki dua
pendenefisian, yang pertama itu adalah menurut umum atau warga masyarakat,
segala sesuatu yang menyangkut kepentingan umum adalah masalah soial, dan yang
kedua yaitu menurut para ahli masalah sosial adalah suatu kondisi atau
perkembangan yang terwujud dalam masyarakat yang berdasarkan atas studi,
mempunyai sifat yang dapat menimbulakan kekacauan terhadap kehidupan warga
masyarakat secara keseluruhan.
Salah
satu contoh yang kami ambil d buku masalah seorang pedagang kaki lima. Menurut
defenisi umum pedagang kaki lima bukan masalah sosial karena merupakan upaya
mencari nafkah untuk kelangsungan hidupnya, dan pelayanan bag warga masyarakat
pada taraf ekonomi tertentu sebaliknya para ahli perencanaan kota masyarakat
pedagang kaki lima sebagai sumber kekacauan lalu lintas dan peluang kejahatan.
Sehingga
ada beberapa pakar ilmu yang mengemukakan pendapatnya diantaranya oleh Leslie (
1949 ) dan Cohen ( 1964 ),
a. Menurut
Leslie ( 1949 ), bahwa masalah – masalah sosial adalah suatu kondisi yang
mempunyai pengaruh kepada kehidupan sebagian besar warga masyarakat sebagai
sesuatu yang tidak di inginkan atau tidak di sukai, oleh karena itu dirasakan
perlunya untuk diatasi atau diperbaiki. Batasan masalah sosial sebenarnya agak
rumit, mengingat maslah sosial berkaitan dengan system nilai yang berlaku di masyarakat
yang bersangkutan.
b. Menurut
Cohen ( 1964 ), bahwa masalah sosial adalah terbatas pada masalah keluarga,
kelompok, atau tingkah laku individual yang menuntut adanya campur tangan dari
masyarakat yang teratur agar masyarakat dapat meneruskan fungsinya.jadi masalah
sosial adalah suatau cara bertingkah laku yang dapat dipandang sebagai tingkah
laku yang menentang norma – norma yang telah disepakati bersama oleh warga
masyarakat. Batasan ini, masih mengandung aspek obyektif dan subyektif. Tetapi
yang jelas, tidak ad satupun tingkah laku manusia yang dapat dianggap sebaga
suatu masalah sosial, apabila tdak dianggap suatu penyimpangan secara moral
dari norma – norma yang telah diterima secara umum.
Masalah
dan kenyataan sosial yang beraneka ragam itu, maka untuk memahami dan mendalami
masalahnya perlu ditelusuri dengan berbagai pendekatan yaitu : pendekatan antar
bidang ( interdicipline approach )
dan pendekatan beragam ( multidicipline
approach ) hal seperti in disebabkan oleh keanekaragaman golongan dan
kesatuan sosial yang ada di dalam masyarakat yang masing – masing mempunayai
kepentingan, kebutuhan, pola pemikiran dan tingkah laku yang berbeda – beda.
Tetapi di balik itu tetap ada persamaan, tetapi tidak kurang menimbulkan
pertentangan dan hubungan kesetiakawanan.
DAFTAR PUSTAKA
Leslie, White. 1949. The Science of Culture. Strauss:
Penerbit Farrar.
Cohen, 1964. Social Work and Social Problem. New York: Penerbit NSW.
Ahmadi, Abu. 1991. Ilmu Sosial Dasar. Jakarta: Rineka
Cipta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar